
Aceh Utara | acehtraffic.com - Sejumlah mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal hari ini Selasa 26 Juni 2014 menuntut protes pihak Rektor kampus tersebut atas ketidaktransparannya pemilihan Rektor Periode 2014-2019.
Aksi protes Mahasiswa di lakukan di depan gedung Biro Kampus Reuleut, menurut informasi yang di terima Reporter acehtraffic.com dari Haris Munandar salah seorang anggota pendemo mengatakan, dalam aksi demo tersebut 4 orang koordinator demo di tangkap oleh pihak kepolisian mereka di antaranya Firdaus selaku BEM Unimal, Muzakir Wakil BEM Unimal, Muliadi selaku BEM Fakultas Hukum dan Riski, penangkapan tersebut tidak ada alasan yang jelas, karena kami melakukan aksi dengan aturan tanpa Anarkis dan juga tidak merusak atau memaksa, tapi kami hanya ingin bertemu dengan pihak kementrian," Ujar Haris,
Kawan - kawan kami di tangkap dengan cara tidak manusiawi, kawan kami di tendang dan di pukul lalu di masukan kedalam Mobil APR dan dibawa lari ke Polres Lhokseumawe, padahal kami tidak berminat untuk menunda pemilihan rektor, cuma kami hanya mempertanyakan aturannya yang selama ini di tutupi oleh pihak Rektor Unimal. Tambah Haris
Firdaus selaku BEM Unimal membenarkan hal tersebut, kami mempertanyakan tentang penangkapan saya dan kawan - kawan saya, atas dasr apa kami di tangkap, sayang nya saya dan salah seorang kawan saya Muzakir harus dibawa kerumah sakit Kesrem dan di opname dikarenakan pukulan keras yang di lakukan pihak kepolisian, saya dan kawan - kawan sudah di bebaskan, dan sayangnya kawan kami harus di opname di ruang ICU RS Kesrem." ujar Firdaus. | AT | TM |
Aksi protes Mahasiswa di lakukan di depan gedung Biro Kampus Reuleut, menurut informasi yang di terima Reporter acehtraffic.com dari Haris Munandar salah seorang anggota pendemo mengatakan, dalam aksi demo tersebut 4 orang koordinator demo di tangkap oleh pihak kepolisian mereka di antaranya Firdaus selaku BEM Unimal, Muzakir Wakil BEM Unimal, Muliadi selaku BEM Fakultas Hukum dan Riski, penangkapan tersebut tidak ada alasan yang jelas, karena kami melakukan aksi dengan aturan tanpa Anarkis dan juga tidak merusak atau memaksa, tapi kami hanya ingin bertemu dengan pihak kementrian," Ujar Haris,
Kawan - kawan kami di tangkap dengan cara tidak manusiawi, kawan kami di tendang dan di pukul lalu di masukan kedalam Mobil APR dan dibawa lari ke Polres Lhokseumawe, padahal kami tidak berminat untuk menunda pemilihan rektor, cuma kami hanya mempertanyakan aturannya yang selama ini di tutupi oleh pihak Rektor Unimal. Tambah Haris
Firdaus selaku BEM Unimal membenarkan hal tersebut, kami mempertanyakan tentang penangkapan saya dan kawan - kawan saya, atas dasr apa kami di tangkap, sayang nya saya dan salah seorang kawan saya Muzakir harus dibawa kerumah sakit Kesrem dan di opname dikarenakan pukulan keras yang di lakukan pihak kepolisian, saya dan kawan - kawan sudah di bebaskan, dan sayangnya kawan kami harus di opname di ruang ICU RS Kesrem." ujar Firdaus. | AT | TM |
