
Lhokseumawe | acehtraffic.com – Kasus tenggelamnya boat yang mengangkut imigran asal Aceh di perairan Pulau Carey, Kuala Langat, Selangor, Malaysia menyimpan berbagai kisah. Selasa 24 Juni 2014
Salah seorang sumber acehbaru.com di Malaysia yang tidak mau disebutkan identitasnya menyebutkan, kasus tenggelamnya kapal tongkang tersebut, bukan karena kecelakaan tunggal atau kelebihan muatan. Dirinya menceritakan saat kapal baru saja berlayar, tiba-tiba sejumlah personel Polis Marin Diraja Malaysia meminta uang kepada setiap penumpang sebanyak 100 Ringgit per orang. “Menurut informasi yang kami peroleh, ini bukan kecelakaan tunggal,” ujarnya
Ia menambahkan, karena tidak diberikan uang sebanyak 100 Ringgit per orang, kemudian kapal yang mengangkut 97 pekerja asal Indonesia itu ditabrak, sehingga membuat kapal bocor dan rusak.
Setelah ditabrak, sejumlah personel Polis Marin tersebut masuk ke kapal tongkang tersebut, kemudian Polis Marin itu berteriak “Mana Tekong”, para penumpang dikapal itu hanya diam saja, kemudian Polis Marin Diraja Malaysia itu memukul seluruh penumpang yang ada didalam kapal. “Karena merasa ketakutan, sebagian penumpang langsung melompat ke laut,” tuturnya.
Hingga kini peristiwa tenggelamnya kapal tongkang tersebut, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintahan Malaysia. | acehbaru.com |
Salah seorang sumber acehbaru.com di Malaysia yang tidak mau disebutkan identitasnya menyebutkan, kasus tenggelamnya kapal tongkang tersebut, bukan karena kecelakaan tunggal atau kelebihan muatan. Dirinya menceritakan saat kapal baru saja berlayar, tiba-tiba sejumlah personel Polis Marin Diraja Malaysia meminta uang kepada setiap penumpang sebanyak 100 Ringgit per orang. “Menurut informasi yang kami peroleh, ini bukan kecelakaan tunggal,” ujarnya
Ia menambahkan, karena tidak diberikan uang sebanyak 100 Ringgit per orang, kemudian kapal yang mengangkut 97 pekerja asal Indonesia itu ditabrak, sehingga membuat kapal bocor dan rusak.
Setelah ditabrak, sejumlah personel Polis Marin tersebut masuk ke kapal tongkang tersebut, kemudian Polis Marin itu berteriak “Mana Tekong”, para penumpang dikapal itu hanya diam saja, kemudian Polis Marin Diraja Malaysia itu memukul seluruh penumpang yang ada didalam kapal. “Karena merasa ketakutan, sebagian penumpang langsung melompat ke laut,” tuturnya.
Hingga kini peristiwa tenggelamnya kapal tongkang tersebut, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintahan Malaysia. | acehbaru.com |
