News Update :

Pasca Pemilu, Status Jalan Nisam Masih Jadi Mimpi

Selasa, 06 Mei 2014

Aceh Utara | acehtraffic.com - Sudah Dua Tahun pasca demo mahasiswa yang tergabung kedalam Gerakkan Persatuan Mahasiswa Nisam (Gapman) Di gedung DPRK yang menanti janji Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk merealisasi pengaspalan Jalan Kecamatan Nisam Hingga selesai seratus persen sampai sekarang belum terlaksana.

Sejumlah masyarakat yang menanti teraspalnya jalan induk kecamatan tersebut masih tanda Tanya dan geram terhadap pemkab Aceh Utara, pasalnya jalan yang masih berlubang tersebut yang berjarak 5 Km dari Gampong blang Karieng Hingga Blang Dalam masih rusak.

Seorang warga yang di temui reporter acehtraffic.com Jamaluddin (32) mengatakan, kami tidak tau apa kesalahan kami sehingga jalan induk di kecamatan nisam tidak selesai sampai sekarang. dulu Cek Mat selaku bupati Aceh Utara pernah berjanji kepada Kami jalan nisam akan selesai di tahun 2012, tapi sampai sekarang kami masih mandi debu tiap hari. ujar jamal,

Tim Advokasi dan Hukum Gapman Armia, SH. menanggapi perihal jalan Nisam, selama puluhan tahun, Kecamatan Nisam telah diperlakukan sebagai anak tiri oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara baik dari segi pembangunan insfratruktur umum, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Dari segi insfrastruktur, Jalan di Nisam merupakan jalan yang kondisinya paling parah dibandingkan kecamatan lain di sekitarnya. Jalan Utama Nisam terakhir dibangun tahun 1982 oleh PT. Asean. Selama kurun waktu lebih sepuluh tahun terakhir, Jalan Utama Nisam telah berada dalam kondisi rusak parah.

Dia juga menambahkan Bahwa pada tahun 2011 Jalan Utama Nisam pernah dilakukan pengerasan dan aspal prime coat tapi kemudian pembangunan tersebut tidak dilanjutkan, sehingga kondisinya semakin parah dan berlobang.

Bahwa selama kurun waktu 2011 sampai dengan 2012, kondisi ini telah menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Nisam dan sekitarnya antara lain, lamanya waktu tempuh menuju Krueng Geukueh, sangat memprihatinkan bagi pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit umum, kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh siswa dan masyarakat, keguguran ibu hamil akibat melintasi Jalan Nisam yang rusak parah, dan lain-lain. ujarnya

Secara filosofis Kecamatan Nisam merupakan daerah yang paling merasakan penderitaan di masa konflik bersenjata dan memberikan banyak kontribusi bagi perjuangan tidak pantas mendapat perlakuan yang tidak adil seperti saat ini.

Dan kami pun telah melakukan berbagai cara untuk mempertanggung jawabkan jalan Nisam yang rusak kepada Pemerintah, tapi sampai saat ini jalan tersebut masih juga belum di Aspal.

sementara Kepala Dinas Bina Marga Risyawan Bintara saat  di hubungi reporter acehtraffic.com teleponnya tidak diangkat. AT | TM |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016