
Bireuen | acehtraffic.com – Beberapa anggota Satuan Polisi Pamong
Praja (Satpol PP) Bireuen, mengusir wartawan yang duduk di kantin Kantor
Bupati Bireuen untuk mengikuti acara coffee morning dengan
bupati Ruslan Daud di kantin itu, usai upacara Hari Pendidikan Nasional
(Hardiknas) di kantor pusat pemerintahan setempat, Jumat 2 Mai 2014.
Padahal sehari sebelumnya, sejumlah wartawan media cetak dan
elektronik atau media online di Bireuen, diundang oleh Bupati Bireuen
Ruslan Daud melalui Kabag Humas dan Protokoler Farhan Husen, untuk
mengikuti coffee morning di kantin kantor bupati pada Jumat 2 Mai 2014, pukul 09.00 WIB, usai upacara Hardiknas, yang digelar di
halaman tengah kantor bupati setempat. Bupati bertindak sebagai
inspektur upacara tersebut.
Namun sebelum coffee morning dimulai, wartawan yang sudah duluan hadir meliput upacara Hardiknas. Sementara itu panitia coffee morning sudah mempersiapkan meja khusus untuk para wartawan dan bupati di kantin itu.
Setelah upacara Hakdiknas, tiba-tiba para pejabat atau kepala dinas
yang mengikuti upacara itu datang ke kantin dan duduk di kursi yang
telah disediakan untuk wartawan yang akan mengikuti pertemuan dengan
bupati. Namun kursi di kantin tidak cukup untuk pejabat, sehingga
Beberapa wartawan diusir oleh Satpol PP, karena ada pejabat yang tidak
ada kursi. Para wartawan itu pun tercengang, mereka langsung
meninggalkan kantin sebelum bupati datang.
Beberapa saat kemudian, Kabag Humas berusaha menenangkan para
wartawan tersebut, dan mengajak mereka untuk melakukan pertemuan di
ruang kerja bupati. “Saya awalnya tidak tahu ada insiden kecil di
kantin, saya meminta maaf kepada semua wartawan Bireuen atas kejadian
tersebut,” kata Ruslan dalam pertemuan di ruang kerjanya. Serambi.com
