Aceh Timur | acehtraffic.com- Penggunaan dana bos tingkat Sekolah dasar (SD) Negeri 3 Idi, dusun kebun kelapa, desa Gampung Jawa, kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, dinilai tidak tranparan.
Dipapan rancangan pengguna anggaran tahun 2013 lalu, banyak laporan yang dable dari tahun sebelumnya, bahkan fisikpun tidak jelas. Jum'at Februari 2014.
Terkait persoalan tersebut, kepala sekolah negeri tiga idi, nurmiati mengatakan, tidak ada penggunaan anggaran bos yang tidak jelas, semuanya tranparan, mengenai laporan yang dabel, itu hanya rancangan, terkait fisik kita sudah membeli semua peralatan sekolah untuk siswa, ujar kepsek di ruangannya.
Sementara tara itu pantauwan wartawan dilokasi sejumlah fisik yang ditulis dalam rancangan anggaran bos saat itu, hampir semuanya tidak ada, seperti lapangan bola voli, hampir setiap tahunnya menggunakan anggaran dana bos sebanyak Rp 2 jt pertahunnya, sementara lapangan volipun tidak ada sama sekali, itu salah satu contoh bukti yang bisa dilihat secara langsung, apa lagi fisik2 lain, yang tidak bisa dibuktikan.
Saat wartawan meminta untuk melihat papan pengunaan anggaran bos, kepsek sempat mengatakan, "Untuk apa dilihat papan itu, tlng dinaikan yang bagus-bagus ajalah, jangan ganggu kami. Tidak dihiraukan wartawan langsung menuju ruangan dimana papan penggunaan anggaran di tempelkan,
Terkait persoalan tersebut, kepala sekolah negeri tiga idi, nurmiati mengatakan, tidak ada penggunaan anggaran bos yang tidak jelas, semuanya tranparan, mengenai laporan yang dabel, itu hanya rancangan, terkait fisik kita sudah membeli semua peralatan sekolah untuk siswa, ujar kepsek di ruangannya.
Sementara tara itu pantauwan wartawan dilokasi sejumlah fisik yang ditulis dalam rancangan anggaran bos saat itu, hampir semuanya tidak ada, seperti lapangan bola voli, hampir setiap tahunnya menggunakan anggaran dana bos sebanyak Rp 2 jt pertahunnya, sementara lapangan volipun tidak ada sama sekali, itu salah satu contoh bukti yang bisa dilihat secara langsung, apa lagi fisik2 lain, yang tidak bisa dibuktikan.
Saat wartawan meminta untuk melihat papan pengunaan anggaran bos, kepsek sempat mengatakan, "Untuk apa dilihat papan itu, tlng dinaikan yang bagus-bagus ajalah, jangan ganggu kami. Tidak dihiraukan wartawan langsung menuju ruangan dimana papan penggunaan anggaran di tempelkan,
Setelah beberapa lensa foto di arahkan ke papan anggaran, kepsek sempat melarang, jangan lah banyak kali ambil gambar untuk apa, mau dibawa kemana, namun salah satu wartawan menjawab itu untuk dukumen kami buk.
Beberapa keluarga siswa berharap aparat penegak hukum agar menindak lanjuti pemberitaan ini, demi menunjukan kebenaran dan tranparansi penggunaan dana bos, sangat banyak penggunaan dana bos diduga bukan lah keperluan untuk siswa, tp melainkan proyek bagi kepala sekolah dan jajarannya. | AT | RD | SD|

