Banda Aceh | acehtraffic.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasai (Menpan RB), Ir Azwar Abubakar MM mengatakan, jadwal
penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun ini dipercepat dari biasanya bulan November, beralih ke bulan April 2014.
“Kita
rencanakan, pada bulan April itu sudah dimulai pendaftaran. Ujiannya ya
sekitar awal Juli, sehingga sebelum November sudah bisa diumumkan siapa
yang lulus, seterusnya mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP), ikut
prajabatan, dan langsung bisa bekerja sebagai PNS,” kata Menpan RB Azwar
Abubakar yang dihubungi Serambi per telepon dari Banda Aceh, Kamis 13 Februari 2014 malam.
Saat ditanya apa benar tahun ini formasi CPNS
mencapai 100.000 orang seperti tersiar di beberapa media massa, Azwar
menyatakan bahwa angka itu adalah jumlah yang dia harapkan.
“Maunya saya
ya sekitar 100.000 CNPS kita angkat tahun ini. Tapi Menteri Keuangan
baru setuju untuk 35.000 formasi. Itu pun untuk formasi pemerintah
pusat,” kata Azwar.
Tapi Azwar mengaku optimis bahwa pada akhirnya
Menteri Keuangan akan mengakomodir juga 100.000 formasi yang dia ajukan
itu kelak. Soalnya, banyak kabupaten/kota dan provinsi di seluruh
Indonesia yang meminta tambahan PNS untuk formasi tertentu
pascamoratorium penerimaan CPNS dua tahun lalu.
Apalagi, dari 65.000 formasi CPNS
yang disediakan tahun lalu, 7.000 formasi tidak terisi. “Kita butuh
orang, tapi orang yang memenuhi standar tidak ada, maka formasi yang
kosong itu kita usahakan isi tahun ini. Maka perlu lebih banyak kita
terima CPNS tahun ini,” kata Azwar.
Dia tambahkan, dari 100.000 CPNS
yang dia harapkan bisa diterima tahun ini, sekitar 40 persen
dialokasikan untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
Selebihnya, berstatus PNS biasa.
Sekitar 23.000 dari 40.000 yang
tergolong P3K itu, sebut Azwar, adalah mereka yang, di antaranya,
direkrut sebagai penyuluh pertanian, bidan kontrak, petugas rumah sakit
jiwa, penjaga mercusuar, dan lain-lain. “Pendeknya, mereka diseleksi
untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” kata mantan
Wagub dan Plt Gubernur Aceh ini.
Ketika ditanya berapa porsi CPNS
Aceh tahun ini, Azwar menyatakan belum bisa memastikannya. Sebab, belum
menerima usulan final dari provinsi dan kabupaten/kota di Aceh. Selain
itu, hasil seleksi CPNS Aceh dari honorer jalur kategori 2 (K2) belum diumumkan (baru bisa diumumkan menjelang tanggal 18 Februari -red).
“Jadi, pada akhir Maret nanti baru jelas formasi untuk masing-masing daerah. Maka sehabis pemilu kita buka pendaftaran CPNS jalur umum. Yang pentiang, testingnya jangan lagi pada bulan November, karena telat sekali,” ujar Azwar.
Ia
gambarkan bahwa formasi umum yang dibuka itu benar-benar berdasarkan
jumlah kebutuhan riil PNS di daerah. Misalnya, di Bappeda Aceh hanya ada
empat perencana keuangan, sedangkan yang dibutuhkan sepuluh orang, maka
yang enam lagi ditambah tahun ini.
Demikian pula pengawas pertambangan.
Jika yang dibutuhkan 12, tapi yang ada sekarang cuma delapan, maka
empat orang lagi akan diangkat tahun ini. “Beginilah skenarionya. Tapi
ini pun masih dalam pembahasan. Sambil jalan, semuanya kita
sempurnakan,” ujar Azwar.
Di akhir pembicaraannya dengan Serambi,
Azwar mengatakan bahwa semua yang diwacanakannya itu belum final,
karena masih harus dibicarakan lebih intensif dengan Menteri Keuangan.
Termasuk di antaranya total jumlah CPNS
jalur umum yang diterima tahun ini. “Ya, sedikit-dikitnya 35.000 orang,
sebanyak-banyaknya 100.000 orang,” kata politisi PAN ini.
“Yang penting”, kata Azwar, “saya lemparkan informasi ini lebih awal supaya semua orang yang ingin menjadi CPNS bisa lebih awal mempersiapkan dirinya dan berbagai persyaratan yang diperlukan,” demikian Azwar. | Sumber Serambi

