Bireuen | acehtraffic.com- Jelang pelaksanaan pemilu legislativ 2014 berbagai insiden kekerasan telah terjadi, baik pemukulan maupun penembakan. Kali ini kejadian sedikit berbeda dimana Bendera Partai Nasional Aceh, dan Partai Nasional lain seperti PPP dan Demokrat serta Baliho para caleg yang terpasang di Desa Leubu Mesjid Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen dirusak oleh orang yang diduga berasal dari ‘Bangsa Ku-e’eh” (Iri Dengki, Picik, Licik) Selasa 18 Februari 2014
Keterangan yang berhasil di himpun reporter acehtraffic.com di Kabupaten Bireuen, sejumlah bendera Partai Nasional Aceh yang terpasang berjejer disekitaran kantor kecamatan Partai itu di rusak oleh orang-orang yang diduga berasal dari ‘Bangsa Ku-e’eh” (Iri Dengki, Picik, Licik)
Kejadian tersebut terjadi diperkirakan pukul 04:00 Wib dinihari, Selasa. Dikala seluruh kedai di Desa itu telah sudah berhenti aktivitas jual beli dan masyarakat sudah kembali kerumah untuk beristirahat. Bangsa Ku-e’eh” menjalankan aksinya dengan merobek baliho PNA dan Bendera, merobek Baliho Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Masyarakat setempat yang mengetahui pada pagi harinya, langsung memutar otak untuk, “Melawan Lupa”. Berbagai kejadian dan model perusakan baliho atau atribut Partai pada Pilkada maupun pemilu sebelumnya di Aceh pasca damai.
Karena model dan perilaku perusakan mengarah pada orang –orang yang ber-aliran ‘Bangsa Ku-e’eh”.
Pada pilkada dan pemilu sebelumnya praktik perusakan baliho juga terjadi model sama dengan yang terjadi Selasa dinihari.
Selain itu masyarakat di sana, walaupun tidak mengungkapkan nama dari pelaku, namun masyarakat disana seakan sudah memasukkan tanda dan model itu dalam kamus pribadi mereka, sehingga jika ada kejadian tinggal buka kamus, dan langsung terdeteksi aliran mana pelakunya.
Sebelumnya perusakan atribut Partai Nasional juga terjadi di desa lain masih di kawasan itu, kejadian sebelumnya sejumlah atribut yang telah di rusak, kemudian diantarkan kerumah salah seorang kader Partai Nasional. Tidak cukup disitu, sejumlah sandal di milik keluarga penghuni rumah yang diletkkan didepan pintu di potong-potong pelaku mungkin masih keturunan dekat dari "Bangsa Ku-e'eh" .
Sejumlah warga yang ditemui reporter acehtraffic.com memberi komentar berbeda terkait kejadian ini, ada yang memberi komentar begini; Jikapun jalur politik yang “Bangsa Ku-e’eh Tuhankan menang, pasti para Hantu Ku-e'eh yang selama ini befofesi sebagai perusak baliho partai lain, juga tidak akan berubah signifikan dalam kehidupannya.
Sebagai contoh jika sekarang para Hantu tersebut naik sepeda motor sudah kurang layak pakai, setelah pemilu April juga tetap sepeda motor itu, begitu juga dengan pakaian kusam juga tidak akan tergantikan bergoni -goni dengan pakaian baru dari merek terkenal. Bila juuga selama ini ada Ceumeukam dikaki (infeksi dikuku) juga tidak akan sembuh pasca April nanti.
Karena orang yang telah berhasil dan menduduki jabatan lewat aliran politik yang “Bangsa Ku-e’eh yakini diaatas segalanya ”. Si peulaku Ku-e;eh juga tidak bakal berjaya seperti mimpi yang dipasok oleh senioritas dan jagoan aliran “Bangsa Ku-e’eh"
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui efeks dari insiden itu. Begitu juga dengan keterangan badan Pengawas Pemilu. | AT | RD|
Keterangan:
Ku-e’eh”adalah orang bersifat iri dengki kepada orang lain. Dalam kontek pemilu takut orang lain menang, dan tidak ingin melihat orang lain mengibarkan bendera, takut kalah dalam pemilu, takut kalah mbong (kesombongan), Merasa diri yang paling tinggi (menempati diatas langit kebenaran)
Bangsa Ku-e’eh adalah kumpulan orang–orang berkelakuan tidak baik dan kerjanya merusak atribut Partai lain dan mengancam kenyaman orang lain, siapapun akan menjadi warga dari bangsa model ini, jika berkelakuan sama seperti diatas.

