
Aceh Utara | acehtraffic.com – Seribuan masyarakat binaan Exxon Mobil yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Seputar ExxonMobil bakal melakukan aksi demontrasi besok, Rabu, 11 Desember 2013, pukul 8.00 Wib, pagi di depan Pintu Utama Perkantoran ExxonMobil APO perusahaan gas raksasa asal Amerika yang terletak di Kecamatan Nibong.
Aksi tersebut dilakukan akibat ExxonMobil dinilai hanya menimbulkan masalah baru. Perusahaan tersebut juga dinilai tidak bertanggung jawab social dan lingkungan, apalagi melaksanakan program CSR yang sustainable.
Begitu tulis Safrizal, mahasiswa jurusan politik Universitas Malikussaleh diakun facebook organisasi mereka. Aksi itu diikuti oleh diorganisir oleh beberapa organisasi mahasiswa dan panguyuban, diantaranya Masyarakat Nibong-Tanah Luas-Matang Kuli-Pirak-Timu-Paya Bakong, Forum Interaksi Mahasiswa Paya Bakong (FIMA PAYA BAKONG), Lumbung Informasi Mahasiswa Matang Kuli (LIMA), Forum Mahasiswa Pirak Timu (FOMA-PT), Ikatan Mahasiswa Tanah Luas (IMATA), dan Ikatan Mahasiswa Nibong (IMN)
Sementara alasan mereka melakukan aksi dijelaskan lengkap dalam rencana aksi yang disebarkan lewt jejaringan sisal facebook. Berikut kutipan lengkap rencana mereka:
Disadari atau tidak bahwa julukan Kota Petro Dollar di daerah kita (Lhokseumawe dan Aceh Utara) telah berubah menjadi Kota Petro Kemiskinan dan pengangguran, Padahal, puluhan tahun lalu, Aceh Utara dikenal sebagai daerah penghasil migas di Aceh. Namun, apa yang diperoleh masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan dengan kondisi rumah tidak layak huni. Begitu juga banyak dijumpai penganguran akibat minimnya lapangan kerja yang dibuka oleh Pemerintah Aceh Utara dan pabrik vital di Aceh.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengklaim jumlah pengangguran terbanyak di Aceh ada di Kabupaten Aceh Utara, pada Agustus 2013 tingkat pengangguran mencapai 17,97 persen atau 42,431 orang dan angka tersebut merupakan peringkat pertama Kabupaten berpengangguran di Aceh, (06/11/2013). Selain itu angka kemiskinan di Aceh Utara mencapai 21,34 persen dari jumlah penduduk Aceh Utara, 591.444 jiwa.
Eksploitasi sumber daya alam Aceh oleh Exxon Mobil
Sementara Kehadiran Exxon Mobil sejak tahun 1968 di Aceh Utara ternyata hanya melahirkan ketimpangan ekonomi dan sosial, Meski pun perusahaan ini dapat mengeksploitasi gas alam hingga mencapai 3,4 juta ton per tahunnya, tetapi realitas ekonomi penduduk di sekitar perusahaan milik Kapitalisme yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) tersebut hanya melahirkan kecemburuan sosial.
Buktinya sampai saat ini perusahaan asing itu tidak bertanggung jawab di Aceh terutama terhadap pendidikan dan lingkungan, seperti jalan dari Cluster IV sampai ke Kecamatan Pirak Timu dan Kecamatan Paya Bakong tidak pernah di aspal, Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak jelas dan transparan.
Untuk diketahui bahwa Pada tahun 2018 ExxonMobil ditargetkan akan mengakhiri kontraknya di Aceh setelah 50 tahun mengeruk keuntungan di bumi Serambi Mekkah dengan konsep imprealisme (penjajahan) ekonomi yang berpodoman pada system kapitalisme (pemilik modal). Namun apa yang telah masyarkat peroleh? Dari hasil ekploitasi Minyak dan Gas (Migas) tersebut di Aceh? tidah ada!
Oleh karena itu kami atas nama Mahasiswa dan Masyarakat mengajak seluruh Mahasiswa dan Masyarakat Aceh pada umumnya dan masyarakat Aceh Utara pada khusunya untuk sama-sama menuntut hak kita terhadap Perusahaan ExxonMobil, pada :
Hari, Rabu, Tanggal : 11 Desember 2013, Pukul : 08:00 Wib s/d 14:00 Wib, Tempat : Pintu Utama Perkantoran ExxonMobil APO (Nibong), Rute : Simpang Rangkaya (Tanah Luas), Bentuk : Demontrasi (aksi damai berupa orasi), Target Massa : ± 1300 orang
Estimasi masa terdiri dari: warga Kecamatan Paya Bakong ± 200 orang, Kecamatan Pirak Timu ± 200 orang, Kecamatan Matang Kuli ± 200 orang, Kecamatan Tanah Luas ± 200 orang, Kecamatan Nibong ± 200 orang, Mahasiswa ± 300 orang.
Demikian himbauan ini kami sampaikan, atas partisipasi, dukungan dan kehadiran bapak/Ibu, Saudara/I kami ucapkan terima kasih. | AT | Acehbaru.com |
Aksi tersebut dilakukan akibat ExxonMobil dinilai hanya menimbulkan masalah baru. Perusahaan tersebut juga dinilai tidak bertanggung jawab social dan lingkungan, apalagi melaksanakan program CSR yang sustainable.
Begitu tulis Safrizal, mahasiswa jurusan politik Universitas Malikussaleh diakun facebook organisasi mereka. Aksi itu diikuti oleh diorganisir oleh beberapa organisasi mahasiswa dan panguyuban, diantaranya Masyarakat Nibong-Tanah Luas-Matang Kuli-Pirak-Timu-Paya Bakong, Forum Interaksi Mahasiswa Paya Bakong (FIMA PAYA BAKONG), Lumbung Informasi Mahasiswa Matang Kuli (LIMA), Forum Mahasiswa Pirak Timu (FOMA-PT), Ikatan Mahasiswa Tanah Luas (IMATA), dan Ikatan Mahasiswa Nibong (IMN)
Sementara alasan mereka melakukan aksi dijelaskan lengkap dalam rencana aksi yang disebarkan lewt jejaringan sisal facebook. Berikut kutipan lengkap rencana mereka:
Disadari atau tidak bahwa julukan Kota Petro Dollar di daerah kita (Lhokseumawe dan Aceh Utara) telah berubah menjadi Kota Petro Kemiskinan dan pengangguran, Padahal, puluhan tahun lalu, Aceh Utara dikenal sebagai daerah penghasil migas di Aceh. Namun, apa yang diperoleh masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan dengan kondisi rumah tidak layak huni. Begitu juga banyak dijumpai penganguran akibat minimnya lapangan kerja yang dibuka oleh Pemerintah Aceh Utara dan pabrik vital di Aceh.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengklaim jumlah pengangguran terbanyak di Aceh ada di Kabupaten Aceh Utara, pada Agustus 2013 tingkat pengangguran mencapai 17,97 persen atau 42,431 orang dan angka tersebut merupakan peringkat pertama Kabupaten berpengangguran di Aceh, (06/11/2013). Selain itu angka kemiskinan di Aceh Utara mencapai 21,34 persen dari jumlah penduduk Aceh Utara, 591.444 jiwa.
Eksploitasi sumber daya alam Aceh oleh Exxon Mobil
Sementara Kehadiran Exxon Mobil sejak tahun 1968 di Aceh Utara ternyata hanya melahirkan ketimpangan ekonomi dan sosial, Meski pun perusahaan ini dapat mengeksploitasi gas alam hingga mencapai 3,4 juta ton per tahunnya, tetapi realitas ekonomi penduduk di sekitar perusahaan milik Kapitalisme yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) tersebut hanya melahirkan kecemburuan sosial.
Buktinya sampai saat ini perusahaan asing itu tidak bertanggung jawab di Aceh terutama terhadap pendidikan dan lingkungan, seperti jalan dari Cluster IV sampai ke Kecamatan Pirak Timu dan Kecamatan Paya Bakong tidak pernah di aspal, Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak jelas dan transparan.
Untuk diketahui bahwa Pada tahun 2018 ExxonMobil ditargetkan akan mengakhiri kontraknya di Aceh setelah 50 tahun mengeruk keuntungan di bumi Serambi Mekkah dengan konsep imprealisme (penjajahan) ekonomi yang berpodoman pada system kapitalisme (pemilik modal). Namun apa yang telah masyarkat peroleh? Dari hasil ekploitasi Minyak dan Gas (Migas) tersebut di Aceh? tidah ada!
Oleh karena itu kami atas nama Mahasiswa dan Masyarakat mengajak seluruh Mahasiswa dan Masyarakat Aceh pada umumnya dan masyarakat Aceh Utara pada khusunya untuk sama-sama menuntut hak kita terhadap Perusahaan ExxonMobil, pada :
Hari, Rabu, Tanggal : 11 Desember 2013, Pukul : 08:00 Wib s/d 14:00 Wib, Tempat : Pintu Utama Perkantoran ExxonMobil APO (Nibong), Rute : Simpang Rangkaya (Tanah Luas), Bentuk : Demontrasi (aksi damai berupa orasi), Target Massa : ± 1300 orang
Estimasi masa terdiri dari: warga Kecamatan Paya Bakong ± 200 orang, Kecamatan Pirak Timu ± 200 orang, Kecamatan Matang Kuli ± 200 orang, Kecamatan Tanah Luas ± 200 orang, Kecamatan Nibong ± 200 orang, Mahasiswa ± 300 orang.
Demikian himbauan ini kami sampaikan, atas partisipasi, dukungan dan kehadiran bapak/Ibu, Saudara/I kami ucapkan terima kasih. | AT | Acehbaru.com |
