Banda Aceh | acehtraffic.com - Pernyataan mantan elite GAM, Dr Husaini Hasan yang meminta penundaan pengukuhan Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe Aceh Ke-9, menuai reaksi dari mantan elite GAM yang kini bergabung dalam Komite Peralihan Aceh/Partai Aceh. Wakil Ketua Umum Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar mengecam aksi dan pernyataan Husaini Hasan yang dianggapnya sebagai propaganda.
“Husaini Hasan aktivis MP GAM. Dia pulang ke Aceh sibuk propaganda mengadu domba untuk memperkeruh ketenangan Aceh yang sedang membangun ini,” kata pria yang akrab disapa Abu Razak ini dalam pernyataan tertulisnya. Sabtu, 30 November 2013.
Abu Razak mengatakan perlu menanggapi pernyataan Husaini Hasan itu lantaran sudah terlalu jauh bertindak tak sehat. “Mengapa dia ke Aceh lalu ke mana-mana mengadu domba antara komponen masyarakat, apakah dia merasa bahagia dengan konflik yang sedang diciptakannya itu,” kata Abu Razak yang juga adalah Wakil Ketua KPA Pusat.
Abu Razak juga mengimbau agar Husaini Hasan agar pulang ke Aceh untuk membangun Aceh. “Mari sama-sama membangun Aceh. Walau kita tahu bahwa dia orang yang paling menentang perdamaian yang saat ini sudah tercipta di Aceh,” katanya.
Selain itu, Abu Razak menyarankan agar Husaini Hasan jangan bertindak kekanak-kanakan. “Jangan karena keinginannya tak terpenuhi lalu memantik api memanaskan Aceh, kami semua juga sudah tahu siapa dia, karena sikapnya itulah maka organisasi sempalan yang dibikinnya itu tak ada pengikut,” katanya.
Abu Razak menilai aksi Husaini Hasan adalah bagian dari propaganda organisasinya yaitu MP-GAM. “Dia memang tak ingin Aceh damai, itu memang sikap dia dari dulu,” kata Abu Razak.
“Aksi dia itu sebenarnya berlandaskan sentimen pribadi bukan wujud ideologi. Ini seperti anak-anak saja. Sudahlah, bersikaplah dewasa dan mari membangun Aceh, masih banyak yang bisa kita kerjakan bersama-sama untuk membangun Aceh,” katanya.
Soal keinginan Husaini yang meminta menunda pengukuhan Wali Nanggroe, menurut Abu Razak menilai sebagai permintaan mengada-ada. “Siapa Husaini Hasan itu? Ketika dulu dalam proses perdamaian dia ke mana saja? Lalu setelah ada perdamaian tiba-tiba muncul berkoar-koar,” kata Abu Razak lagi. | AT | I | Aceh.tribunnwes |
“Husaini Hasan aktivis MP GAM. Dia pulang ke Aceh sibuk propaganda mengadu domba untuk memperkeruh ketenangan Aceh yang sedang membangun ini,” kata pria yang akrab disapa Abu Razak ini dalam pernyataan tertulisnya. Sabtu, 30 November 2013.
Abu Razak mengatakan perlu menanggapi pernyataan Husaini Hasan itu lantaran sudah terlalu jauh bertindak tak sehat. “Mengapa dia ke Aceh lalu ke mana-mana mengadu domba antara komponen masyarakat, apakah dia merasa bahagia dengan konflik yang sedang diciptakannya itu,” kata Abu Razak yang juga adalah Wakil Ketua KPA Pusat.
Abu Razak juga mengimbau agar Husaini Hasan agar pulang ke Aceh untuk membangun Aceh. “Mari sama-sama membangun Aceh. Walau kita tahu bahwa dia orang yang paling menentang perdamaian yang saat ini sudah tercipta di Aceh,” katanya.
Selain itu, Abu Razak menyarankan agar Husaini Hasan jangan bertindak kekanak-kanakan. “Jangan karena keinginannya tak terpenuhi lalu memantik api memanaskan Aceh, kami semua juga sudah tahu siapa dia, karena sikapnya itulah maka organisasi sempalan yang dibikinnya itu tak ada pengikut,” katanya.
Abu Razak menilai aksi Husaini Hasan adalah bagian dari propaganda organisasinya yaitu MP-GAM. “Dia memang tak ingin Aceh damai, itu memang sikap dia dari dulu,” kata Abu Razak.
“Aksi dia itu sebenarnya berlandaskan sentimen pribadi bukan wujud ideologi. Ini seperti anak-anak saja. Sudahlah, bersikaplah dewasa dan mari membangun Aceh, masih banyak yang bisa kita kerjakan bersama-sama untuk membangun Aceh,” katanya.
Soal keinginan Husaini yang meminta menunda pengukuhan Wali Nanggroe, menurut Abu Razak menilai sebagai permintaan mengada-ada. “Siapa Husaini Hasan itu? Ketika dulu dalam proses perdamaian dia ke mana saja? Lalu setelah ada perdamaian tiba-tiba muncul berkoar-koar,” kata Abu Razak lagi. | AT | I | Aceh.tribunnwes |

