News Update :

Spa dan Aneka Pelayanan 'Lain-Lain'

Senin, 21 Oktober 2013



acehtraffic.com- Layanan spa dan shiatsu tumbuh bak jamur di Manado. Di pinggir-pinggir jalan besar, berdiri kokoh tulisan raksasa sebagai penanda tempat merilekskan badan.

Seiring dengan menjamurnya layanan spa dan shiatsu secara otomatis banyak tenaga kerja yang tersedot. Mereka, khususnya para wanita yang tak memiliki keahlian khusus pun dididik dalam tempo singkat dan langsung bisa bekerja.

Berdasar penelusuran Tribun Manado, tak semua tukang pijatnya atau biasa disebut terapis memiliki keahlian benar-benar memijat. Mereka lebih kepada memberikan hiburan kepada 'pasien' yang hampir semuanya adalah laki-laki.

Sebut saja terapis ini dengan nama Bunga. Dia mengaku sejak awal tidak pernah punya niatan menjadi tukang pijat di spa. Namun akhirnya pekerjaan itu diterimanya lantaran sulit mendapatkan pekerjaan lain.

Bunga yang bekerja di sebuah layanan spa cukup terkenal di kawasan Bisnis on Bisnis Boulevard ini mengaku, kesehariannya harus mengenakan pakaian mini. Dia harus memberikan layanan sesuai pilihan 'pasien'  berdasar menu yang disajikan.

Dia menyebut ada layanan istimewa berupa body massage. Menurutnya, si 'pasien' akan menempati kamar mewah dengan kamar mandi dalam. Tarif untuk layanan ini Rp 500 ribu. "Itu sudah termasuk pijat, spa, sauna, dimandikan dan layanan spesial," ucap Bunga.

Dia pun mengaku suka duka mengiringi pekerjaannya itu. Namun yang pasti, ini semua dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan tabungan untuk adiknya yang ingin melanjutkan studi.

"Kalau pas dapat dukanya, ada orang yang tidak membayar penuh. Tapi saat mereka balik lagi, baru dibayar penuh. Terus terang, pekerjaan seperti ini memang sangat sulit untuk diterima oleh banyak orang, apalagi keluarga," ungkapnya. | AT | R | Tribun Manado|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016