
Meulaboh | acehtraffic.com - Seorang anggota DPRK Aceh Barat dari Fraksi Partai Aceh (F-PA), Hendri Faisal, Senin siang kemarin mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas kantor dengan senjata tajam jenis parang. Hendri mengamuk karena diduga tak bisa terima rencana partai untuk melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap dirinya.
Menurut laporan yang diterima Serambi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Senin 21 Oktober 2013. Aksi itu membuat sejumlah anggota dewan dan PNS di Sekretariat DPRK Aceh Barat kaget dan ada yang berhamburan ke luar ruangan. Apalagi ketika melihat Hendri menenteng sebilah parang keluar masuk dari satu ruang ke ruang lainnya. Pelaku membacokkan parang ke perabotan kantor, pintu, dan apa saja yang ada di depannya.
Beberapa saat sebelum kejadian itu, Hendri Faisal sempat keluar makan siang. Ketika kembali ke kantor, ia langsung memasuki ruang Ketua DPRK Ishak Yusuf menemui sejumlah anggota KPA yang meminta supaya dirinya segera diganti dengan kader lainnya dari Partai Aceh.
Di ruangan Ketua DPRK Aceh Barat dari Partai Aceh tersebut, Hendri langsung mengamuk dan menghunjamkan parang ke meja sehingga menyebabkan kerusakan. Sejumlah anggota KPA yang ada di ruangan itu langsung kabur menyelamatkan diri. Ishak Yusuf yang juga berada di ruangan berusaha melerai sambil menenangkan Hendri yang tampak sangat emosi.
Dari ruangan Ishak Yusuf, Hendri menuju ke ruang Wakil Ketua DPRK Herman Abdullah. Tak jelas apa tujuannya menemui politisi Partai Demokrat tersebut. Karena yang bersangkutan tak ada di ruangannya, di sini ia kembali menghunjamkan parang ke pintu ruangan.
Tak cukup sampai di situ, Hendri juga masuk ke ruang Sekretaris DPRK Aceh Barat Mulyadi SH. Lagi-lagi Hendri melampiaskan kekesalan dengan menebaskan parang ke meja ajudan.
Sejumlah anggota dewan lainnya yang merupakan rekan-rekan Hendri Faisal terus berupaya menenangkan pria berbadan tegap dan kekar ini sambil menggiringnya ke luar kantor. Hasilnya, upaya tersebut berhasil dan Hendri Faisal akhirnya langsung kembali ke rumahnya.
Pasca-insiden tersebut, sejumlah ruangan DPRK Aceh Barat berantakan dan perabotan rusak. Namun tak lama kemudian langsung dibersihkan untuk mengesankan seolah-olah tak terjadi apa-apa di gedung wakil rakyat terhormat.
Seperti diketahui, pada Pemilu 2009, Hendri Faisal maju sebagai caleg dan terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Barat dari Partai Aceh. Untuk 2014, mantan kombatan GAM tersebut kembali mencalonkan diri namun ‘perahu’ yang digunakan bukan lagi Partai Aceh melainkan dengan partai nasional.
Ketua DPRK Aceh Barat, Ishak Yusuf yang berupaya dimintai konfirmasi oleh Serambi terkait mengamuknya Hendri Faisal, hingga tadi malam belum berhasil. Saat dihubungi ke nomor ponselnya, terdengar nada sambung namun tak diangkat, begitu pun sms tak ada jawaban.
Upaya memintai konfirmasi juga dilakukan Serambi kepada Sekretaris DPRK Aceh Barat, Mulyadi SH. Namun yang bersangkutan tak berada di kantor ketika berusaha ditemui, dan nomor HP yang biasa digunakan tak aktif. | AT | I | Aceh.tribunnews |
Menurut laporan yang diterima Serambi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Senin 21 Oktober 2013. Aksi itu membuat sejumlah anggota dewan dan PNS di Sekretariat DPRK Aceh Barat kaget dan ada yang berhamburan ke luar ruangan. Apalagi ketika melihat Hendri menenteng sebilah parang keluar masuk dari satu ruang ke ruang lainnya. Pelaku membacokkan parang ke perabotan kantor, pintu, dan apa saja yang ada di depannya.
Beberapa saat sebelum kejadian itu, Hendri Faisal sempat keluar makan siang. Ketika kembali ke kantor, ia langsung memasuki ruang Ketua DPRK Ishak Yusuf menemui sejumlah anggota KPA yang meminta supaya dirinya segera diganti dengan kader lainnya dari Partai Aceh.
Di ruangan Ketua DPRK Aceh Barat dari Partai Aceh tersebut, Hendri langsung mengamuk dan menghunjamkan parang ke meja sehingga menyebabkan kerusakan. Sejumlah anggota KPA yang ada di ruangan itu langsung kabur menyelamatkan diri. Ishak Yusuf yang juga berada di ruangan berusaha melerai sambil menenangkan Hendri yang tampak sangat emosi.
Dari ruangan Ishak Yusuf, Hendri menuju ke ruang Wakil Ketua DPRK Herman Abdullah. Tak jelas apa tujuannya menemui politisi Partai Demokrat tersebut. Karena yang bersangkutan tak ada di ruangannya, di sini ia kembali menghunjamkan parang ke pintu ruangan.
Tak cukup sampai di situ, Hendri juga masuk ke ruang Sekretaris DPRK Aceh Barat Mulyadi SH. Lagi-lagi Hendri melampiaskan kekesalan dengan menebaskan parang ke meja ajudan.
Sejumlah anggota dewan lainnya yang merupakan rekan-rekan Hendri Faisal terus berupaya menenangkan pria berbadan tegap dan kekar ini sambil menggiringnya ke luar kantor. Hasilnya, upaya tersebut berhasil dan Hendri Faisal akhirnya langsung kembali ke rumahnya.
Pasca-insiden tersebut, sejumlah ruangan DPRK Aceh Barat berantakan dan perabotan rusak. Namun tak lama kemudian langsung dibersihkan untuk mengesankan seolah-olah tak terjadi apa-apa di gedung wakil rakyat terhormat.
Seperti diketahui, pada Pemilu 2009, Hendri Faisal maju sebagai caleg dan terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Barat dari Partai Aceh. Untuk 2014, mantan kombatan GAM tersebut kembali mencalonkan diri namun ‘perahu’ yang digunakan bukan lagi Partai Aceh melainkan dengan partai nasional.
Ketua DPRK Aceh Barat, Ishak Yusuf yang berupaya dimintai konfirmasi oleh Serambi terkait mengamuknya Hendri Faisal, hingga tadi malam belum berhasil. Saat dihubungi ke nomor ponselnya, terdengar nada sambung namun tak diangkat, begitu pun sms tak ada jawaban.
Upaya memintai konfirmasi juga dilakukan Serambi kepada Sekretaris DPRK Aceh Barat, Mulyadi SH. Namun yang bersangkutan tak berada di kantor ketika berusaha ditemui, dan nomor HP yang biasa digunakan tak aktif. | AT | I | Aceh.tribunnews |
