Jakarta |
acehtraffic.com- Penangkapan ketua Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar di Widya Chandra, Rabu 2 Oktober 2013 malam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat si Maun Gampoeng saya bingung.
Pasalnya, lembaga yang difahami oleh Si Maun adalah tempat menguji UUD 1945 atau menguji kewenangan yang diberikan UUD 1945, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum tapi ketuanya ditangkap KPK dengan dugaan kasus korupsi atau suap.
Padahal jauh hari Si Maun menaruh harapan besar kepada lembaga itu, bahkan saat pilkada Aceh, ia pun termasuk dalam rombongan yang bergembira karena saat itu MK memutuskan calon gubernur dari partai yang jadi jagoannya dapat mendaftar kembali setelah KPU atau KIP menutup masa pendaftaran karena telah habis masa.
," Hoe kujak lon, meuse Ketua MK ka terlibat Korupsi atau Aap, (Kemana saya pergi, jika ketua MK sudah terlibat korup dan suap, bagaimana kalau saya mau yudicial Rivew qanun nanti,' Kata Maun Galau setelah menonton di Telivisi tentang informasi itu.
Sebagaimana diketahui Akil dibekuk bersama anggota Komisi XIII DPR, Chairunnisa dalam operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinasnya. Dari hasil penggerebekan itu ditemukan barang bukti uang dolar Singapura senilai Rp 2 miliar.
Mendapati rekannya ditangkap KPK, delapan hakim konstitusi langsung menggelar rapat. Mereka memutuskan untuk membentuk Majelis Kehormatan untuk memeriksa kesalahan yang dilakukan Akil.
Jika terbukti salah, Akil bakal dipecat secara tidak terhormat sebagai hakim konstitusi. Hukuman itu diluar pemeriksaan yang dilakukan KPK kepadanya.
Hakim konstitusi Harjono sangat terpukul dengan penangkapan Akil. Harjono adalah saingan berat Akil ketika dilakukan pemilihan ketua MK pada 3 April lalu.
Mantan politikus Partai Golkar tersebut mengalahkan Harjono dengan komposisi suara tujuh berbanding dua. Atas hasil itu, Akil ditetapkan sebagai ketua MK menggantikan Mahfud MD yang memilih pensiun.
Harjono tidak habis pikir mengapa Akil berani mengkhianati lembaga yang dipimpinnya. Gara-gara kelakuannya itu, ia sangat marah dengan tindakan Akil.
“Ya, sangat memalukan,” kata pengganti Jimly Asshiddiqie tersebut. Meski begitu, ia menjamin kinerja MK tidak bakal terganggu dengan kejadian yang meruntuhkan wibawa MK itu.| AT | RD|
Pasalnya, lembaga yang difahami oleh Si Maun adalah tempat menguji UUD 1945 atau menguji kewenangan yang diberikan UUD 1945, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum tapi ketuanya ditangkap KPK dengan dugaan kasus korupsi atau suap.
Padahal jauh hari Si Maun menaruh harapan besar kepada lembaga itu, bahkan saat pilkada Aceh, ia pun termasuk dalam rombongan yang bergembira karena saat itu MK memutuskan calon gubernur dari partai yang jadi jagoannya dapat mendaftar kembali setelah KPU atau KIP menutup masa pendaftaran karena telah habis masa.
," Hoe kujak lon, meuse Ketua MK ka terlibat Korupsi atau Aap, (Kemana saya pergi, jika ketua MK sudah terlibat korup dan suap, bagaimana kalau saya mau yudicial Rivew qanun nanti,' Kata Maun Galau setelah menonton di Telivisi tentang informasi itu.
Sebagaimana diketahui Akil dibekuk bersama anggota Komisi XIII DPR, Chairunnisa dalam operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinasnya. Dari hasil penggerebekan itu ditemukan barang bukti uang dolar Singapura senilai Rp 2 miliar.
Mendapati rekannya ditangkap KPK, delapan hakim konstitusi langsung menggelar rapat. Mereka memutuskan untuk membentuk Majelis Kehormatan untuk memeriksa kesalahan yang dilakukan Akil.
Jika terbukti salah, Akil bakal dipecat secara tidak terhormat sebagai hakim konstitusi. Hukuman itu diluar pemeriksaan yang dilakukan KPK kepadanya.
Hakim konstitusi Harjono sangat terpukul dengan penangkapan Akil. Harjono adalah saingan berat Akil ketika dilakukan pemilihan ketua MK pada 3 April lalu.
Mantan politikus Partai Golkar tersebut mengalahkan Harjono dengan komposisi suara tujuh berbanding dua. Atas hasil itu, Akil ditetapkan sebagai ketua MK menggantikan Mahfud MD yang memilih pensiun.
Harjono tidak habis pikir mengapa Akil berani mengkhianati lembaga yang dipimpinnya. Gara-gara kelakuannya itu, ia sangat marah dengan tindakan Akil.
“Ya, sangat memalukan,” kata pengganti Jimly Asshiddiqie tersebut. Meski begitu, ia menjamin kinerja MK tidak bakal terganggu dengan kejadian yang meruntuhkan wibawa MK itu.| AT | RD|

