Aceh Timur | acehtraffic.com -Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah diminta untuk
menegur rekanan (kontraktor) pelaksana proyek pengaspalan jalan negara Banda
Aceh-Medan tepatnya dikawasan Desa Alue Lhok, Seunebok Punti dan Seunebok
Teungoh, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur. Pasalnya, jalan
tersebut sudah beberapa bulan terakhir ini terkesan telah ditelantarkan, bahkan
sempat memuncak kemarahan warga setempat hingga memblokir jalan dimaksud. Senin 7 Oktober 2013
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI, kepada wartawan, Minggu 6 Oktober 2013 di Peureulak. “ Kondisi jalan yang terkesan ditelantarkan itu telah mengakibatkan kerugian secara langsung kepada warga setempat dan secara umum bagi pengguna jalan. Yang paling terasa adalah dampak ancaman debu,”beber Al-Farlaky.
Putera kelahiran Peureulak ini menegaskan, bahwa debu yang ditimbulkan jelas-jelas mengancam kesehatan warga, sementara dari sisi ekonomi warga tidak nyaman berjualan di sepanjang jalan tersebut dengan maksimal seperti sebelumnya. Meskipun sudah dilakukan penyiraman, akan tetapi langkah ini belum maksimal karena pada saat malam hari debu juga berterbangan ketika lalu lalang kenderaan.
Iskandar juga meminta kepada dinas terkait agar segera memutuskan kontrak dengan rekanan pemenang tender jika tidak sanggup mengerjakan paket pengaspalan jalan negara tersebut. “ Kondisi seperti ini juga merugikan pemerintah secara langsung karena dana yang digelontorkan tidak terserap dengan baik,” pungkasnya sembari mengatakan, dimana sekarang jalan yang sudah ditimbun dengan bescos tersebut tampak berlubang dan sulit dilintasi pengendara mobil dan sepeda motor.
Untuk itu, dirinya sangat mengharapkan langkah tegas Gubernur Aceh selaku kepala Pemerintahan Aceh untuk menegur rekanan jika memang tidak sanggup menjalankan tugas dan fungsinya. "Kan bisa diputuskan kontrak, terlebih sudah dipenghujung tahun 2013,” cetus Iskandar Usman yang juga Ketua Advokat Konggres Indonesia (KAI) Aceh Timur itu,
Ia juga menyarankan kepada Pemerintah Aceh dalam melakukan pembangunan infrastruktur agar bisa meniru daerah lain di Indonesia terlebih lagi negara tetangga, minimal seperti jiran Malaysia.
Sebagaimana diketahui, akibat tidak dilanjutkan pekerjaan pengaspalan jalan negara di Peureulak Timur tersebut, kondisi badan jalan yang telah dipadatkan batu bes itu kini kondisinya telah dipenuhi lubang-lubang sehingga membuat pengguna jalan kewalahan saat melintasinya, terlebih lagi kenderaan truk bermuatan berat harus lebih hati-hati. Jika ruas jalan ini tidak segera dilakukan pengaspalan, maka badan jalan dimaksud akan semakin parah kerusakannya. | AT | RD| SD|
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky SHI, kepada wartawan, Minggu 6 Oktober 2013 di Peureulak. “ Kondisi jalan yang terkesan ditelantarkan itu telah mengakibatkan kerugian secara langsung kepada warga setempat dan secara umum bagi pengguna jalan. Yang paling terasa adalah dampak ancaman debu,”beber Al-Farlaky.
Putera kelahiran Peureulak ini menegaskan, bahwa debu yang ditimbulkan jelas-jelas mengancam kesehatan warga, sementara dari sisi ekonomi warga tidak nyaman berjualan di sepanjang jalan tersebut dengan maksimal seperti sebelumnya. Meskipun sudah dilakukan penyiraman, akan tetapi langkah ini belum maksimal karena pada saat malam hari debu juga berterbangan ketika lalu lalang kenderaan.
Iskandar juga meminta kepada dinas terkait agar segera memutuskan kontrak dengan rekanan pemenang tender jika tidak sanggup mengerjakan paket pengaspalan jalan negara tersebut. “ Kondisi seperti ini juga merugikan pemerintah secara langsung karena dana yang digelontorkan tidak terserap dengan baik,” pungkasnya sembari mengatakan, dimana sekarang jalan yang sudah ditimbun dengan bescos tersebut tampak berlubang dan sulit dilintasi pengendara mobil dan sepeda motor.
Untuk itu, dirinya sangat mengharapkan langkah tegas Gubernur Aceh selaku kepala Pemerintahan Aceh untuk menegur rekanan jika memang tidak sanggup menjalankan tugas dan fungsinya. "Kan bisa diputuskan kontrak, terlebih sudah dipenghujung tahun 2013,” cetus Iskandar Usman yang juga Ketua Advokat Konggres Indonesia (KAI) Aceh Timur itu,
Ia juga menyarankan kepada Pemerintah Aceh dalam melakukan pembangunan infrastruktur agar bisa meniru daerah lain di Indonesia terlebih lagi negara tetangga, minimal seperti jiran Malaysia.
Sebagaimana diketahui, akibat tidak dilanjutkan pekerjaan pengaspalan jalan negara di Peureulak Timur tersebut, kondisi badan jalan yang telah dipadatkan batu bes itu kini kondisinya telah dipenuhi lubang-lubang sehingga membuat pengguna jalan kewalahan saat melintasinya, terlebih lagi kenderaan truk bermuatan berat harus lebih hati-hati. Jika ruas jalan ini tidak segera dilakukan pengaspalan, maka badan jalan dimaksud akan semakin parah kerusakannya. | AT | RD| SD|

