News Update :

ASNLF, Ingatkan Tidak Catut Nama Organisasi Mereka Untuk Kepentingan Pribadi dan Golongan

Senin, 14 Oktober 2013

German | acehtraffic.com- Organisasi  Atjèh Meurdéhka (ASNLF), yang mendeklarasikan diri dalam sebuah pertemuan “Sigom Dônja”  April 2012, di Denmark, organisasi perjuangan kemerdekaan Aceh ini terus menurus digoyang, difitnah dan dipelintir oleh pihak-pihak tertentu untuk membingungkan rakyat Aceh. Senin 14 Oktober 2013

“Ada juga yang mengaku sebagai Jubir ASNLF internasional, didapati juga kelompok-kelompok yang menggunakan nama dan visi ASNLF dalam mengambil hati rakyat untuk kepentingan politiknya dalam memenangkan pemilu legislatif dan pemilu presiden  Indonesia yang akan diselenggarakan April 2014 mendatang, ” Ujar Arif Fadillah Ketua ASNLF dalam rilis yang diterima redaksi.

Dia juga menambahkan ASNLF juga sering dituduh ”merongrong perdamaian” dan dari sisi lainnya mereka selalu menggunakan misi perjuangan ASNLF untuk menipu rakyat dan memenangkan ”tendernya” dalam negosiasi dengan Jakarta.

Tindakan-tindakan seperti ini justru menunjukkan bahwa ASNLF atau Atjèh Meurdéhka semakin berkembang dalam hati sanubari rakyat Aceh. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam masyarakat Aceh, ASNLF perlu menjelaskan struktur kepemimpinannya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menentukan arah dan menjalankan kegiatan organisasi tersebut.

Sebagaimana termaktub dalam konstitusi, struktur ASNLF terdiri dari Sidang Umum, Presidium, Perwakilan Nanggroë, Sekretariat, Majlis Ureuëng Tuha (sebagai penasehat), dan Bendahara, serta Departemen-departemen sesuai keperluan.

Berikut Struktur ASNLF

Ketua, ariffadhillah (email: ariffadhillah@hotmail.com, +49 1577 3431 335) 
Wakil Ketua  Yusuf Daud 
Kepala Sekretariat, Madinatul Fajar, 
Anggota Sektrariat Adnan Daud, 
Anggota Sekretariat Asnawi Ali,

Beralamat PO Box 10 15 26 Fax : +49 3691 8548 984, 99805 Eisenach E-mail : info@asnlf.org, Germany Website : www.asnlf.org

Selain itu, Ketua Presidium ASNLF  menghimbau seluruh bangsa Aceh supaya tetap sabar dan istiqamah dengan perjuangan suci untuk membebaskan bangsa dan negara kita dari setiap penindasan dan penjajahan. Kemerdekaan itu merupakan hak pusaka bangsa Aceh yang tidak boleh dialihkan kepada siapapun.| AT | R | Sumber acehbaru.com|  
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016