acehtraffic.com- Meningkatnya praktek sihir hitam atau guna-guna di India memicu
keprihatinan warga dan aktifis hukum dan HAM. Mereka mendesak penegak
hukum melindungi dan mencegah masyarakat yang tidak bersalah
dieksploitasi oleh dukun penipu yang menawarkan pengobatan magis
(sihir).
Seruan ini disampaikan menyusul insiden pembunuhan terhadap seorang
juru kampanye anti sihir guna-guna, Narendra Dabholkar yang ditembak
mati oleh orang tidak dikenal di Kota Pune, di propinsi Maharashtra
bulan lalu.
Kejahatan ini – semakin menegaskan penipuan yang dilakukan oleh dukun
yang kerap menipu warga dengan menggunakan cara-cara yang cerdik.
Kematian tokoh terkenal yang mencurigakan ini memicu protes dan
kemarahan warga yang memaksa pemerintah negara bagian untuk segera
membuat undang-undang pelarangan mengeksploitasi orang dengan menawarkan
ritual, pesona dan obat ajaib, serta mempraktekkan ilmu hitam.
Kematian Dabholkar ini juga memicu desakan pemberlakukan
undang-undang yang komprehensif di seluruh India yang masih
mengakomodasi mistisisme kuno dan modernitas.
Kalangan rasional
Presiden Asosiasi Rasionalis India, Sanal Edamaraku kepada Radio
Australia Asia-Pacific mengatakan ada tradisi guru dan spiritualisme di
India, tapi peran dukun sihir juga semakin menguat yang kerap memangsa
warga yang mudah tertipu.
"India telah menjadi pasar penipu. Dan kami memiliki banyak guru,
pemantera dan orang suci di seluruh negara ... jumlahnya mencapai
ribuan orang yang pergi berkeliling dari satu tempat ke tempat lain
dengan cara menipu warga biasa," katanya .
Edamaraku pernah dituntut karena pasal penghinaan setelah Ia
membantah keajaiban dari sebuah salib yang meneteskan air di sebuah
Gereja Katolik di Mumbai. Saat ini ia tinggal di Eropa karena ia
menghadapi penangkapan tanpa jaminan kembali ke rumah.
Edamaraku mempertanyakan motif dari tokoh yang disebut guru.
Edamaraku mempertanyakan motif dari tokoh yang disebut guru.
"Sebagian besar orang-orang ini memiliki beberapa latar belakang
kriminal atau meragukan. Suatu hari dia memakai jubah safron dan tidak
ada check and balance untuk menangkap orang-orang ini dan orang-orang
biasa menerimanya."
Penganut kepercayaan gaib
Seorang penganut kepercayaan gaib (Occultis), Manik Baba, 70,
terkenal karena memiliki banyak pengikut dan selama 20 tahun berpraktek
Baba mengaku telah membantu ratusan warga.
Okultis di Delhi biasanya menanyakan kepada kliennya apa yang akan
terjadi di masa depan dan memberikan saran dan jalan keluar untuk
menghadapi masa sulit.
Baba mengatakan tidak semua orang suci menipu dan itu yang membedakan sihir putih dan sihir hitam.
"Polisi membantu orang yang mempraktekan sihir hitam dan santet. Karena mereka ingin menipu orang. tapi saya tidak.” katanya.
"Semua orang ingin dapat uang dengan mudah, datang saja ke
kawasan-kawasan suci seperti Rishikesh (Kota suci penganut agama
Hindu).. lihat bagaimana penipu itu beroperasi."
Desakan penindakan
Kepercayaan terhadap kekuatan magis memang hidup dan berkembang baik di banyak kawasan di India.
Di daerah pedesaan praktek seperti ritual mantra untuk mengobati
gigitan ular, menggelar upacara menolak bahla dan kutukan atau mengobati
penyakit dengan sihir hitam terus berlanjut.
Para tabib yang gagal menyembuhkan atau melakukan apa yang
dijanjikannya harus menghadapi kemarahan warga, seperti dilempari batu
sampai mati dan sekali waktu bahkan dibakar didepan penduduk desa.
Hipnoterapis klinis, Madhu Kotiya mengatakan aksi seperti ini dibutuhkan.
"Praktek ini akan terus berlanjut sampai pada waktunya masyarakat iri
dengan orang lain. ketika orang berniat menyakiti, mereka akan selalu
menemukan jalan untuk melakukannya,” ungkapnya.
"Saat ini kita tidak memiliki legal hukum untuk melawan orang-orang
seperti ini dan itu menyebabkan mereka saat ini merasa aman. Harus ada
hukum yang mengatur masalah ini, hanya dengan cara itu praktek seperti
ini bisa dihentikan." |AT | R | Radio Australia|

