Aceh
Timur | acehtraffic.com –Seorang bidan berinisial Mr yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Madat nyaris menuai
petaka, setelah hendak membantu seorang lelaki dalam pengurusan pengambilan
uang di salah satu lembaga keuangan di Langsa. Atas rencana kejahatan tersebut ia
telah melaporkan ke Polsek setempat. Sabtu 14 September 2013
Berdasarkan keterangan
Mr, lelaki yang diketahui salah satunya bekerja sebagai satpam di Pengadaian
Panton Labu pad Senin 9 September 2013 meminta pinjam uang darinya sebanyak
Rp.50 Juta, namun karena tidak ada uang, lelaki itu meminta Mr mencari solusi
ketempat lain, karena ada sebuah mobil
yang dapat dijadikan jaminan.
Tidak tanggung si
lelaki itu menawarkan mobil Fortuner
yang katanya milik abangnya, baik untuk
dijual maupun di jadikan jaminan. Karena abangnya sangat membutuhkan uang Rp.50
juta dalam segera.
Karena Mr, berniat
ingin menolong akhirnya member tahu kalau perlu uang cepat lebih baik ke
lembaga keuangan yang mau menerima buku mobil, akhirnya si lelaki itu
menyetujui, dan terjadilah kesepakatan bahwa pada hari Rabu bersama lelaki, abg
silelaki dan istri nya sama- sama datang ke lembaga keuangan, karena sebagai
syarat harus sepengetahuan istri dan harus ada kartu keluarga serta buku mobil.
Hari, Rabu 11 September
2013, dari pagi hingga siang belum ada kabar, akhirnya baru ada kabar jam 4
sore, saat itulah Mr, di jemput dengan mobil Fortuner warna putih yang diketahui
bernopol BL. 638, itu, ketika dia naik dia lihat sejumlah lelaki didalam mobil,
tidak ada perempuan atau istri abang silelaki satpam itu didalm mobil.
Mr. masih berusaha
untuk tenang menghadapi kecemasan itu, lelaki it uterus membawa mobil lewat
jalan persawahan dikawasan Madat, sementara Mr, terus memberitahu kepada lelaki
yang kemudian diketahui bernama RB tersebut, bahwa lembaga keuangan tidak buka
lagi.
Karena terus didesak,
akhirnya lelaki itu menjawab, kita jalan, jalan saja, jawaban itu membuat hati
Mr, semakin cemas dan dilanda takut, apalagi gelagat kedua lelaki yang lain
semakin tidak bersahabat ketika melihatnya.
Akhirnya di perjalanan
Mr, meminta turun disebuah rumah dengan alasan mau menitipkan tas, saat itulah
ia lari dan memberitahu apa yang telah terjadi kepada pemilik rumah tersebut.
Komplotan lelaki yang menggunakan Fortuner itupun langsung kabur.
Atas kejadian itu Mr,
mengalami trauma berat, akhirnya dengan didampingi suaminya pada, Jumat 14 September 2013, membuat laporan ke
Polsek Madat.
,” Saya berharap polisi dapat memproses
laporan saya, karena saat jumpa dengan mereka di sebuah warung kopi di Panton
Labu, dan ada juga polisi saat itu, melihat polisi, salah satu dari mereka mengaku dalam berencana perbuatan itu bertiga, berarti memang mereka berniat jahat,”
Ujar Mr dengan Nada sedih.

