News Update :

Bintang Bulan ‘Permisi’ Turun Jelang Makan Sahur

Jumat, 02 Agustus 2013



Lhokseumawe | acehtraffic.com- Sorenya bendera berwarna merah dan berlambang bintang bulan masih dengan gagah berani berkibar disetiap sudut kota Lhokseumawe. Ada yang terpasang ditiang megah dan ada juga di ikat ditiang ala kadar. Sekelompok masyarakat menganggap bendera merah itu sudah dapat berkibar bebas di udara.

Namun, Jumat 2 Agustus 2013, sekitar pukul 2:26 Wib dinihari ternyata Bendera tersebut terpaksa turun karena Qanun yang telah disahkan DPR Aceh belum sanggup menjaganya. Sejak DPR Aceh mensahkan Qanun Bendera berbagai aksi massa untuk mendukung bendera ini muncul. Dari arakan –arakan kota, sampai menya-takan diri ke Banda Aceh.

Walaupun Qanun  itu sendiri masih harus mendapat restu dari kemendagri, tetapi bagi yang berkepentingan dengan bendera ini terus mengibarkan dan mengibarkan sesuai dengan keyakinan dan pedomannya sendiri.

Sembari waktu pemerintah Aceh mencari titik temu soal bendera ini dengan kemendagri yang memprotes beberapa hal prinsipil terkait dengan qanun untuk lambang dan bendera tersebut.

Namun terkesan protes tersebut terabaikan, dimana Pemerintah dan DPR Aceh punya keyakinan tersendiri dan mereka juga menyatakan berpegang pada perjanjian Helsinki.

Sementara pemerintah pusat juga berpegang pada Mou Helsinki tentang larangan penggunaan atribut militee GAM pasca MOU dan aturan lain yang ada di negeri ini. Pijakan boleh saja sama, dan payung Negara juga sama. Tapi buktinya soal ini  belum berakhir juga.

Nyojeh..Jehnyo, Jehnyo nyo jeh dikemudian timbullah berbagai komentar dan pendapat, baik dari kalangan DPR RI di Jakarta, pengamat hingga munculnya ketegasan dari otaritas keamanan negeri ini. "Bendera negara hanya satu, yakni Merah Putih”, Itulah pernyataan Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal Zahari Siregar, beberapa waktu lalu.

Dan pada tanggal 1 Agustus 2013 kemarin, pihaknya juga menyatakan akan mengibarkan bendera Merah Putih diseluruh pelosok Aceh. Dan pada Senin, 29 Juli 2013, usai buka Puasa bersama di Pendopo Gubernur Aceh. Mayor Jendera Zahari Siregar dengan tegas mengatakan, di Aceh tidak perlu adanya pengibaran bendera yang mirip dengan bendera separtis GAM tersebut, dan pangdam siap menurunkan.

Sepertinya pernyataan Mayor Jenderal Zahari Siregar tidak main-main, malam ini ada nuansa yang berbeda di Kota Lhokseumawe. Sekitar pukul 02:26 Wib dini hari tadi, belasan anggota TNI bersenjata lengkap dan puluhan anggota polisi bersenjata lengkap dan memakai rompi anti peluru,  menurunkan bendera Bintang Bulan yang berkibar disetiap sudut Kota Lhokseumawe.

Sejumlah personil aparat keamanan tersebut, mulai bergerak menuju ke simpang Kuta Blang Lhokseumawe, disana mereka langsung menurunkan bendera Bintang Bulan yang berkibar menantang dinginnya angin malam.

Saat berada disana, wartawan  pun dilarang untuk mengambil gambar proses penurunan Bendera Bintang Bulan tersebut. Bahkan seorang wartawan nyaris ribut karena coba mengabadikan momen yang punya nilai berita itu.

Perjalanan tidak sampai disitu saja, kemudian aparat keamanan dari dua institusi rsebut bergerak menuju ke Desa Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Bak seperti kilat, dalam waktu yang sangat singkat, mereka mampu menurunkan sejumlah bendera di pinggir jalan itu.

Para petugas yang mencabuti bendera Bintang Bulan tersebut, ada juga yang memakai pakaian bebas dan wajahnya ditutup dengan bendera Bintang Bulan. Ada juga memakai seragam lengkap, dengan senjata api laras panjang, memakai rompi anti peluru dan menutup wajah dengan sebo.

Masyarakat setempat sempat dihebohkan dengan aksi penurunan bendera itu, bahkan mereka berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikan prosesi tersebut.

Kemudian petugas pun bergerak menuju ke wilayah Desa Ulee Jalan, kemudian menuju ke Desa Ujong Blang, Jalan Samudera, ke jalan pasar inpres dan kemudian bergerak ke daerah panggoi.

Selain itu, berdasarkan amatan The acehtraffic.com di kawasan Kandang, Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, juga sudah bersih dari Bendera Bintang Bulan dan bahkan bendera dengan ukuran besar yang dinaikkan di Simpang Kandang, juga tidak terlihat lagi.

Kemana? Atau karena dinginnya malam jelang pagi itu membuat Bintang Bulan ‘Permisi’ turun sebentar jelang makan sahur, kemudian naik lagi? Atau turun untuk pergi .....….entah lah waktu yang akan menjawab? | AT | RD| AG |IS|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016