
acehtraffic.com - Pejabat Amerika mengatakan pemerintahan Obama siap untuk melakukan aksi militer secara sepihak di Suriah, setelah anggota parlemen Inggris menolak mosi pemerintah untuk mendukung serangan militer terhadap negara Arab itu.
Seruan serangan militer terhadap Suriah mengalami penolakan keras pada hari Kamis, saat anggota parlemen Inggris di House of Commons melakukan voting suara dengan hasil 285-272 untuk menentang mosi yang diusulkan oleh Perdana Menteri David Cameron.
Berbeda dengan serangan militer terhadap Libya pada tahun 2011 yang dilakukan oleh koalisi besar, pejabat AS mengatakan Presiden Barack Obama siap bertindak dalam beberapa hari mendatang tanpa Inggris. "Di sini, apa yang sedang dipertimbangkan seperti alam yang terbatas dan sempit bahwa itu bukan seolah-olah ada keharusan yang sama untuk membawa kemampuan yang berbeda dari berbagai negara," kata seorang pejabat senior pemerintah AS, Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis.
"Kami percaya itu penting bahwa ada dukungan diplomatik dari sekutu kunci, dan kami pikir kita mendapatkan itu."
Menurut para pejabat intelijen, AS sama sekali tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad telah memerintahkan penggunaan senjata kimia.
Namun, Gedung Putih mengatakan pihaknya yakin Damaskus bertanggung jawab atas serangan kimia pekan lalu.
Kantor Direktur Intelijen Nasional AS dalam sebuah laporannya juga menyimpulkan bahwa tidak ada bukti tentang penggunaan senjata kimia oleh Presiden Assad, kata para pejabat intelijen AS.
Dilaporkan pula bahwa AS telah meningkatkan kehadiran militernya di Mediterania Timur. Empat kapal perang AS dan sebuah kapal selam berada di wilayah tersebut dan kapal perang kelima saat ini dalam perjalanan ke kawasan itu. Semua kapal perusak dilengkapi dengan rudal Cruise.
Pada saat yang sama seorang petinggi keamanan Amerika, Jumat (23/8) kepada Reuters mengatakan, armada tempur laut negara itu meningkatkan kehadirannya di perairan Mediterania dan kapal pengangkut rudal Cruz keempat sudah diberangkatkan ke Mediterania.
Kapal tempur Amerika, USS Mahan rencananya akan kembali ke Amerika namun Komandan Armada ke-enam memintanya untuk tetap berada di kawasan.
Keempat kapal tempur AS di Mediterania memiliki kemampuan meluncurkan rudal-rudal Cruz dengan kecepatan melebihi kecepatan suara untuk menghancurkan objek-objek di darat.
Menyusul tersebarnya klaim penggunaan senjata kimia oleh militer Bashar Assad, Presiden Suriah dalam menumpas pemberontak, Barack Obama kembali berada di bawah tekanan untuk mengambil langkah baru terkait krisis di Suriah.| AT | Z
