Bireuen
| acehtraffic.com- Team LSM Lokal Bireuen yaitu YPAP [Yayasan Permata Atjeh
Peduli], LKSMaBi (Lembaga Kerja Sosial Mahasiswa Bireuen), Gasak, Rata, Bima
dan LPSM-Unimus masih terus melakukan support untuk korban gempa untuk Takengon
dan Bener Meriah.
Fadli
Djailani kepada acehtraffic.com mengatakan kegiatan tersebut dari awal telah
digalang, namun karena pengungsi masih butuh maka lsm local dibireun terus
melakukan support guna bisa mengurangi beban hidup para pengungsi.
Khusus
Team YPAP bersama LKSMaBi juga melakukan rapid assessment, untuk mengetahui kebutuhan
rill para pengunggsi di Bener Meriah dan Takengon, dengan melihat semua keadaan
baik bantuan yang datang bahan pokok makanan, selimut, tenda, medis, sikap
relawan serta hal-hal lainnya.
,”Ini
dilakukan supaya bantuan-bantuan yang diberikan supaya semua memenuhi Standard
Minimum Bantuan Kemanusian,”Ujar Fadli
Fadhli
Djailani Manager Program Yayasan Permata Atjeh Peduli juga menyebutkan sedang
mengusahakan adanya klinik mobile untuk para pengungsi di Takengon dan Bener Meriah
supaya mereka mudah mengakses layanan kesehatan, terutama untuk manula dan
anak-anak serta ibu hamil, yang akan bergilir kesetiap desa yang jauh dari
pusat pengungsian. Mudah-mudahan ini terwujud setelah lebaran.
Team
LKSMaBi (Lembaga Kerja Sosial Mahasiswa Bireuen) sedang menyiapkan kerjasama
dengan berbagai pihak, termasuk dengan Methodis Bireuen untuk
mengimplementasikan Child Protection.
Program
yaitu program perlindungan anak yang termasuk didalamnya memerhatikan kejiwaan
anak, memberikan pendidikan sambil bermain, memberikan bantuan media belajar
dan juga bantuan persiapan kesekolah, seperti baju, sepatu dan tas dalam
menyambut sekolah setelah puasa nanti.
Sementara
Mursal ketua LKSMaBi, juga mengungkapkan mendekati Meugang Lebaran pihak
LKSMaBi bersama Methodis Bireuen akan berusaha membawa Lembu untuk disembelih
di tempat pengungsi supaya para pengungsi bisa ber-Meugang bersama keluarga
seperti hari-hari lainnya, yang tidak hanya dengan mie Instan | AT| RD|




