Banda Aceh | acehtraffic.com – Penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar
minyak semakin meluas. Di Aceh demo dilakukan mahasiswa didepan kantor DPRA di
Banda Aceh berakhir ricuh.
Akibatnya, empat pendemo diamankan pihak kepolisian,
polisi menuding beralasan demo tolak
kenaikan BBM itu tidak memiliki izin. Senin 17 Juni 2013
Akibatnya polisi membubarkan paksa aksi yang sedang berlangsung di depan
DPRA. Empat mahasiswa yang diamankan itu yaitu Reza Maulana, Herianda Juanda,
Fuad Wardana (koordinator lapangan), dan M. Ziaurrahman. Mereka dibawa ke
kantor polisi dengan kendaraan roda dua dan ada juga yang dimasukkan ke dalam
mobil secara paksa.
“Hari ini empat teman kami hilang. Ini sudah reformasi bukan lagi masa orde
baru,” kata salah seorang peserta aksi, T. Reza Maulana.
Menurutnya, mereka akan mendatangi kantor polisi untuk membebaskan keempat
teman mereka yang ditangkap. “Kami selanjutnya akan mendatangi kantor polisi
dengan massa yang lebih banyak,” ungkapnya.
Reza mengungkapkan bahwa, alasan polisi membubarkan aksi itu karena mereka
tidak mengantongi izin. Padahal, jelasnya, pihaknya sudah mengirim surat
pemberitahuan kepada polisi terkait aksi yang akan dilakukan hari ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, demo tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)
yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Unsyiah
Peduli Rakyat di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berakhir ricuh.
| AT | R | acehkita.com| foto AK|

