Jawa
Timur| acehtraffic.com- Ikatan Pelajar
Pemuda dan Mahasiswa Aceh (IPPMA) Kota Malang Jawa Timur kembali melaksanakan
Musyawarah Besar (MUBES) yang Ke-VI. Senin 3 Juni 2013
Chalil
Alwazir mantan ketua IPPMA priode 2011-2012 mengatakan acara musyawarah besar
(MUBES) yang Ke-VI 26 Mei 2013 berlangsung selama dua hari, mulai dari dihadiri
seluruh mahasiswa asal Aceh lebih kurang berjumlah 50 orang.
Mereka
yang sedang menempuh pendidikan di Kota
Malang Jawa Timur baik mahasiswa S1 maupun S2 dari berbagai instansi perguruan
tinggi, seperti UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Brawijaya, Universitas
Muhammadiyah Malang, ITN, Universitas Negeri Malang dan berbagai perguruan
tinggi lainnya yang ada di Kota Malang.
Musyawarah
besar dilaksanakan tepatnya di Asrama Mahasiswa Putra Teuku Chik Ditiro. Jl.
Bendungan Jatigede No.3 Malang, seluruh mahasiswa berkumpul dan ikut serta
dalam pemilihan ketua baru IPPMA periode 2013-2014.
Chalil Alwazir yang merupakan putra asal Lhokseumawe menambahkan Mubes
kali ini tidak jauh berbeda dari mubes sebelumnya yang dilakukan rutin setiap
pergantian kepengurusan IPPMA, selain menyampaikan laporan pertanggungjawaban
kegiatan selama kepemimpinan (LPJ) lama, juga sebagai ajang penentuan pimpinan
selanjutnya beserta program kerja yang akan dilaksanakan pada periode berikutnya.
Sementara ketua terpilih untuk periode 2013-2014 dalam kata sambutannya mengatakan, organisasi mahasiswa
seperti IPPMA sangat penting untuk mempererat persaudaraan antar mahasiswa asal
Aceh di perantauan, pada umumnya mahasiswa berasal dari berbagai Kabupaten, ada
yang dari Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan dan
berbagai kabupaten lainnya di Aceh.
Selain
itu, dengan adanya wadah perhimpunan, kita seakan-akan tidak sendiri diperantauan,
kita seperti di Aceh, sekali-kali kita buat acara makan bersama masakan Aceh,
dan juga yang lebih pentingnya lagi ketika terjadi sesuatu hal.
," Seperti ada yang sakit, kita langsung menjenguknya," jelas Adli khalis mahasiswa semester 6 Teknik Sipil Universitas Brawijaya.
," Seperti ada yang sakit, kita langsung menjenguknya," jelas Adli khalis mahasiswa semester 6 Teknik Sipil Universitas Brawijaya.
Lanjut
Adli Khalis, selama ada IPPMA, Tarian Saman Aceh sering di undang untuk mengisi
kegiatan kampus, baik kegiatan seminar, peresmian maupun event Nasional di
lingkungan kampus bahkan sampai tingkat pemerintah Kota Malang juga pernah di
isi Tarian Saman Aceh”.
Menurut
catatan sejarah, IPPMA merupakan organisasi perhimpunan mahasiswa asal Aceh
yang didirikan pada tahun 1991 diketuai
oleh Zainal Abidin mahasiswa STIEKN Malang angkatan 1989 mengingat pada
awal-awal tahun 1990 mulai berdatangan
mahasiswa asal Aceh ke Kota Malang untuk melanjutkan pendidikan disejumlah
Universitas dan masih tetap eksis hingga sampai saat ini. | AT | RD | MR|

+ke+Ketua+Definitif,+Adli+Khalis+(kanan).jpg)
