Langsa | acehtraffic.com-
Melihat apa yang terjadi di Yayasan Dayah Bustanul Ulum (YDBU) Langsa dalam
setahun ini sangat memprihatinkan, sepertinya para penegak hukum Langsa tidak
punya nyali dan tidak mau bersusah payah mengusut dugaan penyimpangan yang
terjadi Dayah Bustanul Ulum, tetapi justru akibat aksi responsive siswa yang
membela gurunya justru kena periksa sama polisi. Kamis 2 Mei 2013.
Muhammad Abu Bakar perwakilan
yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota langsa mengatakan aparat penegak hukum
khususnya polisi sepertinya telah memihak ke satu kelompok, sementara aktor yang
menjadi sumber masalah kisruh di yayasan tersebut tidak pernah tersentuh, malah
yang menjadi sasaran pemeriksaan polisi adalah guru dan santri.
Perwakilan lembaga bantuan hukum
tersebut mengungkapkan pada, Kamis 2 Mei 2013 Polisi sektor Langsa Timur memeriksa dua pelajar madrasah aliah
masing-masing T.MY ketua Osis,MR.
,”Kita mengecam
keras tindakan Polisi Polsek Langsa Timur, yang perlu di periksa seharusnya
pihak yayasan, bukan siswa (santri), apalagi dalam pemeriksaan itu, para santri
tidak di dampingi oleh gurunya atau diruang pemeriksaan,” Ujar Muhammad Abu
Bakar.
Abu
Bakar menambahkan Bustanul Ulum seyogyanya mencetak penerus Bangsa yang
berahklak,saat ini telah di susupi oleh orang-orang yang tidak bermoral,
yayasan yang di bangun dengan pemotongan dana bandes. Dulunya kabupaten Aceh
Timur yang sekarang menjadi tiga kabupaten Kota Aceh Tamiang,Langsa dan Aceh Timur telah
di kuasai mafia.
Menurutnya
saat ini polisi sering mengalihkan isu
publik menyangkut kisruh yang terjadi, menurut data yang berhasil di dapatkan
YARA, milyaran rupiah aset yayasan tersebut telah di kuasai oknum oknum mafia antaranya
tanah (lahan ) di Alur Dua,dan Lahan sawah.
Selain
itu kepengurusan juga sudah di susupi beberapa oknum pengurus Ormas yang
terindikasi ingin menggerogoti dana yayasan, menurut data yang ada pengurus
yayasan terindikasi mengeluarkan dana yayasan di luar prosedur,kepada kepada
beberapa orang pengurus,salah seorang diantaranya ketua V HSJ dengan alasan
untuk perjalanaan dinas pada tanggal 12 April 2013.
Pihak
yayasan juga telah terindikasi mengangkangi undang undang dan peraturan yang
berlaku di negara republik Indonesia, pengurus saat ini juga telah membentuk
Tim gerakan bawah tanah untuk,menyingkirkan orang orang yang loyal terhadap
yayasan tersebut.
Sayangnya
aparat hukum khususnya Polisi sepertinya telah memihak ke satu kelompok, sementara
actor atau akar masalah dari kisruh di yayasan tersebut tidak pernah tersentuh,
malah guru dan santri yang jadi sasaran pemeriksaan Polisi.
Hingga berita ini diturunkan
sedang dilakukan konfirmasi kepihak yayasan Bustanul Ulum terhadap tudingan
ini. | AT | RD | TM | ID|
