News Update :

Pak Tengku Garang, Diusir Jamaah Remaja

Kamis, 02 Mei 2013


acehtraffic.com- Magrib itu, Minggu 28 April 2013,  setelah semua jamaah shalat maggrib Mesjid disebuah pasantren moderen    yang sedang dilanda kisruh, mengucapkan salam ke samping kanan dan samping kiri, setelah selesai prosesi itu,  seorang ustad bangkit untuk berpidato, dalam pidato singkatnya ia meminta santri jangan pulang dulu karena ada bapak-bapak ini yang akan memperkenalkan dirinya.

Bapak –bapak itu kita sebut saja pak Tengku.  

Gagang mic pun beralih kepada  Pak Tengku yang baru beberapa bulan ini muncul diareal pasantren tersebut, ustad ini sering mengaku sebagai orang yayasan. Hari-hari sering mangkal di Guest House dan kadang berkeliling, serta memeriksa absensi karyawan serta para pe-bhakti di pasantren itu.

Tidak heran, tanpa tedeng aling-aling, langsung mencoret absent dan memberi tanda tulisan dengan kalimat dari pengurus yayasan, kalau dianggapnya kurang disiplin atau tidak becus dalam bekerja.

Aksi –aksi dari Pak Tengku  ini menimbulkan aneh bagi karyawan, karena para karyawan tersebut tidak mengetahui siapa gerangan Pak Tengku itu yang berkeliling dan memantau aktivitas para pekerja di pasantren terkenal itu.

 ,”Itu siapa ya? Tanya pekerja  kepada pekerja yang lain. Sementara pekerja yang lain juga tidak tahu. ,”Mungkin orang yayasan yang baru tu,” Ketus pekerja yang lain.

Tidak ada jawaban, siapa yang berkeliling itu. Namun karena seringnya melihat orang itu berada didalam Guest House,  maka para pekerja pun meyakini bahwa itu adalah orang yayasan yang baru.

Hadirnya beberapa wajah juga menimbulkan cerita –cerita lain disini. Dimana  para ustad yang mengajar  itu juga punya cerita dengan orang-orang baru ini, ada ustad yang diminta menghadap. Para ustad pun nurut, mungkin ada sesuatu yang ingin dibicarakan, tak pelak menganggap akan menjumpai petinggi atau orang besar yaitu orang yayasan, Ustad pun walau umur jauh lebih tua tetap menjaga ferformance dengan baju sopan. Apalagi itu lingkungan pasantren.   

Nah apa kejadiannya ?

Para ustad itu diterima dengan baju singlet oleh Pak Tengku itu…..Ustad terkejut karena  tidak biasa didalam pasantren tersebut demikian, sebelumnya. Namun ustad tidak memprotes ia anggap itu adalah pemandangan baru  dan tetap menjalankan fungsinya, baik mengajar atau mengurus santri.  

Kehadiran orang baru tersebut juga menambah keraguan dan kehati-hatian dari para ustad baik yang baru bekerja maupun yang sudah puluhan tahun mengabdi di pasantren itu. Kenapa tidak? Terkadang pemanggilan juga untuk diperiksa soal ini dan  itu, dan juga sering berembus kabar bahwa ada yang di warning, dan ada yang bakal dikeluarkan. Tentunya ini berita buruk bagi staf pengajar dan staf lain disana. 

Kembali ke maggrib itu,?
Bapak Tengku dan Bapak Tengku tersebut yang sudah lama berkeliling  disana, ternyata baru Maggrib itu mereka punya waktu memperkenalkan diri. Dan tersiar kabar juga bahwa perkenalan diri tersebut juga akan ikut berbarengan dengan pemutasian sejumlah cabinet di pasantren itu.

Namun sesi perkenalan tidak berakhir baik, baru siap Assalamu -alaikum wr-wb, dari pak Tengku ….gemuruh teriakan turun..turun ..suara menggema di Mesjid pasantren yang sudah melahirkan ribuan  alumni itu. Teriakan turun tidak berhenti, siswa yang masih usia remaja itu terus bersorak, santri juga mengamuk dimusalla.

Karena santri mengamuk Pak Tengku terpaksa di apit oleh ustad yang lain, untuk terhindar dari amukan santri. Dari musalla dibawa keluar dengan cara  diapit oleh sejumlah Ustad membawa Pak Tengku ke sebuah tempat yang dianggap aman dari kemarahan santri.

Dalam perjalanan tersebut sejumlah santri berbaris rapi berteriak ….hoo…hooo…membarengi derap langkah Pak Tengku yang garang dan gagah itu.

Sementara di tempat terpisah, sejumlah santri  mengamuk  ke markas yang sering mangkal Pak Tengku, tak heran amukan tersebut membuat kaca Guest House pecah dan berserakan, sejumlah baju Pak Tengku yang tersimpan didalam diobrak –abrik. Pak Tengku hilang kegagahannya, dan pak Tengko betul –betul kena plonco sama santri remaja  di malam itu.

Karena situasi memanas sejumlah aparat keamanan datang mengamankan lokasi, pak Tengku diamankan di sebuah rumah. Sementara kawan Pak Tengku yang lain ada yang lebih duluan “Cok silop (ambil sandal)” untuk menghindar dari kemarahan siswa.

Kisruh berlanjut dilembaga pendidikan yang semula didirikan oleh petinggi departemen Agama Aceh Timur dan Pemerintahan Aceh Timur yang mulanya bersumber dari dipotongnya dana bantuan desa  dan sejumlah hibah tanah dari masyarakat setempat serta dari sejumlah dermawan yang lain untuk membangun lembaga pendidikan daerah tersebut. 

Namun kini, dari pengelolaan, kebijakan hingga persoalan legalitas yang diduga sudah menyimpang dari dasar keberadaan Yayasan itu yang sejatinya saat itu adalah milik pemerintah. Puncak kisruh terakhir adalah berawal dari rencana sejumlah pengurus pasantren yang baru menganggap ada ustad yang harus diberhentikan dari lembaga itu.

Padahal Ustad tersebut adalah para ustad yang telah mengabdi lama di Pasantren dan mengetahui banyak tentang persoalan yang terjadi di pasantren.  Karena riwayat itu,  ada yang menyebutkan “ Ustad itu sudah cukup lama disini, tapi itu pula yang akan dipecat, mungkin juga karena mereka itu banyak tahu, makanya…….

Entahlah !!!...

Pastinya malam,Minggu 28 April 2013 lalu, kagarangan Pak Tengku  Dkk yang selalu mengaku sebagai orang  yayasan, benar–benar jatuh setelah aksi polos dari para santri remaja, yang sedang menimba ilmu dan coba mempertahankan Ustad mereka yang sedang terancam diusir oleh kawan-kawan sepaham dengan Pak Tengku DKK. | AT| RD| TM | ID|


Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016