Juga ikut dipamerkan
beragam produk kebudayaan asli dari seluruh daerah di Aceh juga ikut
dipagelarkan dalam rangkaian kegiatan Bussiness Gathering dan Pasar Murah UPK
Aceh Tahun 2013.
Ketua Panitia Bussiness Gatering dan Pasar Murah UPK 2013,
Sri Wahyuzal mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sepenuhnya digelar
oleh Forum UPK Aceh. Sebagai program rutin yang digelar dalam rangka promosi
atas beragam produk yang dihasilkan oleh anggota kelompok SPP yang selama ini
dibina oleh UPK dan para fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Mandiri Perdesaan Aceh.
"Kegiatan ini dipersiapkan oleh Forum UPK se-Aceh dan
diselenggarakan secara swadaya dengan didukung oleh sponsor," terang Wahyu
yang juga ketua salah satu UPK di Pidie.
Dalam kegiatan itu, lanjut Wahyu, produk-produk yang
dipamerkan berupa kue khas Aceh, beragam kerupuk serta produk-produk kerajinan
tangan para kaum perempuan dari 18 kabupaten se-Aceh. Sementara untuk pageran
kesenian yang akan ditampilkan seperti halnya ranup lampuan, seudati, saman serta
top daboh.
Pagelaran kesenian diharapkan dapat menjadi salah satu partisipasi
UPK dalam melestarikan kebudayaan asli Aceh. Dalam kegiatan ini pula akan
digelar lomba cerdas cermat yang akan dijadikan ajang lomba pengetahuan para
perwakilan UPK terhadap program pemberdayaan masyarakat dan PNPM Mandiri
Perdesaan.
Sementara itu, Koordinator Propinsi PNPM MPd Aceh Rusli Mohd
Ali menyebutkan pameran ini mewakili keberadaan 17 ribu kelompok SPP yang
beranggotakan lebih dari 160 ribu perempuan di Aceh. Yang selama ini menerima dukungan permodalan dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) bersumber dari pemerintah pusat maupun pemeringah daerah.
"Total dana bergulir yang dialokasikan bagi kelompok
perempuan ini mencapai Rp 500 miliar yang digulirkan sejak tahun 2008
silam," terang Rusli M Ali pada pembukaan Bussiness Gathering dan Pasar
Murah UPK Aceh 2013.
Selain dana PNPM MPd, sebanyak 16.114 kelompok SPP yang
beranggotakan 165.921 perempuan juga menjadi penerima manfaat dana Bantuan
Keuangan Peumakmue Gampong (BKPG) sejak digulirkan di tahun 2009 silam.
Dengan total dana bergulir mencapai Rp 487,3 miliar. Sebagai
bentuk perhatian pemerintah Aceh mendukung program pemberdayaan masyarakat yang
dalam pelaksanaannya diintegrasikan dengan PNPM Mandiri Perdesaan. | AT | RD | RI
|

