
Acehtraffic.com - Rezim Zionis Israel pada tanggal 30 Januari telah melanggar zona udara Suriah dan membombardir pusat riset ilmiah di negara itu. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap piagam PBB, namun Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon tidak mengecam tindakan Israel itu dan hanya mengeluarkan pernyataan khawati atas meningkatnya ketegangan di kawasan. Padahal sehari setelah serangan itu, Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar al-Jaafari dalam surat terpisah kepada Ban dan Dewan Keamanan PBB menuntut pengecaman atas agresi Israel itu.
Pada tanggal 5 Mei, Israel kembali membombardir pusat penelitian di Jamraya, barat laut kota Damaskus, dan wakil tetap Suriah untuk PBB dalam surat terpisah kepada Sekjen PBB dan Dewan Keamanan PBB menjelasakan detil terkait serangan tersebut, namun lagi-lagi Ban tidak mengecam dan hanya cukup mengeluarkan pernyataan "kekhawatiran mendalam". Demikian dilaporkan IRNA, Rabu (8/5).
Sekjen PBB dalam statemennya juga melihat sama antara agresor (Israel) dan yang diagresi (Suriah). Ia menuntut Tel Aviv dan Damaskus untuk semaksimal mungkin menahan diri.
Selainitu, pernyataan Ban tersebut terhitung terlambat sama seperti statemen sebelumnya ketika Israel menyerang Suriah pada bulan Januari lalu.| AT | M | Irib |
