
Aceh Timur | acehtraffic.com –
Setelah di "hayak" mahasiswa tentang kabar perselingkuhan Sekda dengan perempuan
MA alias T (28) tahun seorang pegawai honorer dilingkungan pemkab Aceh Timur,
akhirnya MA alias T pun angkat bicara, bagaimana kisahnya ?
Dalam berita yang dimuat harian
serambi indonesia halaman depan, ternyata wanita yang selama ini diinisialkan
MA alias T, di harian serambi Indonesia disebutkan bernama lengkap Mardiana
Astuti yang akrab disapa Tuti (28)
Dalam berita itu Mardiana Astuti
yang akrab disapa Tuti (28) menyatakan
“Saya sangat dirugikan dengan isu itu. Nama baik saya hancur. Saya wajib
mengklarifikasi,” kata Tuti didampingi abang kandungnya, kepada Serambi, Rabu
15 Mei 2013, sebagaimana dilansir media Media serambi
Dalam keterangan itu wanita
berkulit putih yang kini memiliki seorang anak berusia 12 bulan dari
pernikahannya dengan seorang pria (kini sudah cerai) menilai tuduhan selingkuh
yang ditujukan kepadanya adalah fitnah yang sangat kejam.
“Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap
suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan
sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti
dengan linangan air mata.
Namun berdasarkan penelusuran
acehtraffic.com, gugat cerai yang dilakuakan Mardiana Astuti yang akrab disapa
Tuti (28), dengan surat gugatan didaftarkan di mahkamah syariah Langsa No :
82/Pdt.G/2013/MS-Lgs, tgl: 14-03-2013.
Bila merujuk ke dokumen tersebut,
keterangan MA alias T yang katanya mengajukan gugatan cerai saat dia hamil tiga
bulan, atau jauh sebelum isu perselingkuhan dengan Sekda berembus, sementara
saat ini anaknya sudah berumur 12 bulan.
Maka pengakuan MA Alias T (28)
bertolak belakang dengan bukti ini….Atau mungkinkah mahkamah syariah kota
Langsa salah dalam memberikan nomor registrasi surat gugatan tersebut……Walla Hu
Alam
IDI - Isu selingkuh yang menerpa
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur, Drs Bahrumsyah MM bukan saja dibantah
oleh pejabat bersangkutan tetapi juga oleh wanita bernama Mardiana Astuti yang
akrab disapa Tuti (28). “Saya sangat dirugikan dengan isu itu. Nama baik saya
hancur. Saya wajib mengklarifikasi,” kata Tuti didampingi abang kandungnya,
kepada Serambi, Rabu (15/5).
Wanita berkulit putih yang kini
memiliki seorang anak berusia 12 bulan dari pernikahannya dengan seorang pria
(kini sudah cerai) menilai tuduhan selingkuh yang ditujukan kepadanya adalah
fitnah yang sangat kejam.
“Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti dengan linangan air mata.
“Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti dengan linangan air mata.
Menurut Tuti, sebelum isu itu
berembus (terangkat ke permukaan), ia sudah memberikan klarifikasi kepada
keluarganya, keluarga mantan suaminya, dan juga keluarga Pak Sekda. “Semua
sudah dijelaskan bahwa tidak ada masalah apapun antara saya dengan Pak Sekda,”
kata Tuti. Namun, lanjut Tuti, ia merasa bagai disambat petir karena setelah ia
bertemu semua pihak untuk mengklarifikasi isu tersebut, ternyata isu
perselingkuhan antara dirinya dengan Sekda Aceh Timur semakin merebak.
Tuti juga membenarkan keterangan
Sekda Bahrumsyah bahwa ia yang memohon bantuan sekda untuk menginap di rumah
dinas sekda di Idi. “Ya, sayalah yang waktu itu memohon bantuan kepada sekda
agar bisa menginap di rumah dinas sekda di Idi. Waktu itu saya tidak berani
kembali ke rumah mertua di Langsa karena takut terhadap suami yang sering
melakukan tindakan kekerasan kepada saya. Ketika menginap di rumah dinas sekda,
saya ditemani seorang perempuan bernama Lia,” ungkapnya.
Tuti juga meluruskan informasi
yang menyebut dia menerima baju dari sekda. “Saya tidak tahu baju itu dari Pak
Sekda. Saya terima baju kaos warna hitam yang masih baru dan berlabel itu dari
Edi (sopir sekda), katanya.
Selama ini, lanjut Tuti, ia
bersikap diam karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengklarifikasi isu
yang sudah menghancurkan namanya. “Saya diam karena saya tidak tahu harus
berbuat apa,” ujarnya.
Dimintai tanggapannya mengenai
ancaman Sekda Aceh Timur akan melaporkan ke polisi kasus tersebut--termasuk
melaporkan dirinya--Tuti malah mengaku senang. “Saya senang karena di situ
nanti akan saya jelaskan semua. Siapa yang membuat isu ini sebenarnya,” kata
Tuti.
Tuti juga mengaku akan melaporkan
mantan suaminya dan seorang perempuan (aktivis LSM) yang dinilainya sebagai
pihak yang telah membuat dan menyebarkan fitnah (perselingkuhan) tersebut.
“Saya heran dengan mantan suami saya, dia memang ingin saya hancur, dan anehnya
lagi, ibu itu (aktivis LSM) yang tidak tahu apa-apa, kok sampai menghakimi
saya,” tandasnya.
Karena isu perselingkuhan itu,
Tuti merasa sangat dirugikan. Selain telah mencemarkan nama baiknya, ia juga
dipecat dari pegawai honorer di Setdakab Aceh Timur. “Saya dipecat karena
alasan indisipliner, namun suratnya hanya SP-1. Itu juga aneh,” kata Tuti. “Penyebab
saya indisipliner juga dikarenakan tekanan dari suami yang melarang saya
bekerja. Kini saya benar-benar tertekan dan hancur,” ujarnya.
Seperti diberitakan, isu
selingkuh menerpa seorang pejabat publik Aceh Timur, yaitu Sekretaris Daerah
(Sekda) Drs Bahrumsyah. Isu yang sudah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat
itu disikapi oleh Aliansi Mahasiswa Aceh Timur (AMAT) dengan aksi demo menuntut
agar sekda dicopot dari jabatannya.
Sementara itu, Sekda Aceh Timur,
Drs Bahrumsyah MM yang dimintai tanggapannya terhadap tuduhan dirinya
berselingkuh dengan seorang wanita berinisial MA alias T (28) sehingga memicu
aksi demo mahasiswa, mengatakan, “Selama ini saya diam, melihat apa motif dan
siapa di balik fitnah ini. Ini merupakan pembunuhan karakter yang kampungan.
Pernyataan itu disampaikan
Bahrumsyah menjawab Serambi melalui telepon, Selasa (14/5) malam. “Saya menduga
ada motif lain di balik upaya pembusukan yang diarahkan kepada saya. Saya
selama ini belum menjawab apa-apa, karena ingin menghimpun informasi dari manaisu itu muncul. Sekarang saya akan laporkan mereka yang membuat isu, termasukperempuan itu (MA-red),” tandas Bahrumsyah. | Serambi Indonesia|
Baca juga :


