The Aceh Traffic Media |
- - »

Diduga Dinas Pendidikan Lhokseumawe Lakukan Pungli

Thursday, May 2, 2013

Share berita ini :
Lhokseumawe | acehtraffic.com – Reformasi birokrasi di Pemerintahan Kota Lhokseumawe nampaknya tidak berjalan dengan baik, pasalnya ada dugaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Lhokseumawe melakukan pungli bagi guru serifikasi. Rabu 1 Mei 2013.

Salah seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya kepada The acehtraffic.com mengaku, bahwasanya ia dimintai uang sebesar Rp. 100 ribu untuk keperluan pengurusan sertifikasi.

Guru tersebut menambahkan, dirinya mendapatkan sebuah pesan singkat. Yang mengatakan bahwa ada intruksi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Lhokseumawe untuk meminta duit bagi guru yang telah lulus sertifikasi tahun 2012 dan menyerahkan  kepada petugas bagian sertifikasi yang bernama “Bkh”. “Tadi saya sudah kasih duit tersebut,” ujarnya.

Mereka beralasan, masih keterangan guru tersebut, pengutipan uang sebesar Rp. 100 ribu tersebut digunakan untuk pengurusan biaya administrasi dan untuk pengambilan berkas sertifikasi di Banda Aceh.

Sebenarnya, kita tidak keberatan terhadap persoalan tersebut. hanya saja, apa yang telah dilakukan itu sungguh-sungguh sangat tidak wajar. Kalau memang petugas ingin meminta uang lelah ya kita juga akan kasih.  ,"Kita paham dengan itu,sebaiknya jangan langsung dipatok seperti ini,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Lhokseumawe, Rusli ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler mengatakan dirinya sedang ada acara dan tidak bisa memberikan konfirmasi. “Saya sedang ada acara, coba hubungi pak Nas,” Ujar Rusli.

Hal senada juga terjadi, Kabid Pendidikan Menengah Nasruddin yang mengaku sedang mengikuti rapat dan melalui pesan singkat dirinya tidak membantah dengan adanya dugaan pungli tersebut. ia mengarahkan untuk menghubungi Kasubag Kepegawaian Nazaruddin.

Namun Kasubag Kepegawaian Disdikpora Lhokseumawe Nazaruddin gagal dikonfirmasi karena telpon selulernya tidak aktif. Untuk diketahui saja, guru yang lulus sertifikasi pada tahun 2012 mencapai 300. Setiap guru dimintai uang sebesar Rp. 100 ribu. | AT | AG | RD|


Redaksi menerima sumbangan tulisan dalam bentuk opini, artikel atau pengalaman pribadi. Setiap tulisan dapat dikirim ke email redaksiaceh.traffic@gmail.com dan disertai identitas dengan mencantumkan nomor telepon/email.