News Update :

Zuhra Korban Teror Perdana, Cek Gu Korban Tewas Pertama Jelang Pemilu Aceh 2014

Jumat, 26 April 2013

Banda Aceh | acehtraffic.com - Zuhra (31), warga Gampong Lampisang Tunong, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, mengaku diancam tembak oleh seorang mantan kombatan GAM yang kini menjadi simpatisan Partai Aceh (PA), disebut-sebut bernama Bidin. Dan kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Baca Caleg PNA Diancam Bunuh

Berdasarkan pengakuannya kepada sejumlah media, ancaman itu pertama kali diterimanya persis saat ia akan mendaftarkan diri atas pencalonannya ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar, Minggu 21 April 2013.

Zuhra yang tercatat sebagai caleg PNA Aceh Besar nomor urut 7 dari daerah pemilihan (dapil I) mengungkapkan, kejadian pengancaman itu terjadi saat ia bertemu pelaku di sebuah warung di kawasan Gampong Capeung, Seulimeum, saat hendak ke Kota Jantho mendaftarkan diri ke KIP Aceh Besar.

“Dia (pelaku) memaksa saya untuk mundur dari pencalonan, karena saya mencalonkan diri dari Partai PNA. Jika saya tak mau mundur saya akan ditembak, karena perintah tembak masih berlaku untuk orang orang yang dianggap berkhianat,” ujar Zuhra meniru kata-kata ancaman dari pelaku kepada dirinya.

Korban mengaku, sejak pengancaman tersebut, dirinya sering menerima telepon dari pelaku yang terus memaksanya mundur karena dinilai telah berkhianat terhadap Aceh.

“Tadi pagi (kemarin) dia juga masih menelepon untuk menanyakan apakah saya sudah mundur atau belum dari pencalonan,” ungkapnya.

Pengancaman juga dikaitkan dengan status pekerjaan korban sebagai guru honor di Taman Kanak-kanak (TK). “Dia mengatakan, saya tidak akan pernah bisa jadi PNS karena saya bergabung di Partai PNA,” ucapnya, sedih.

Karena tak tahan terus diteror, ia bersama sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA Aceh Besar melaporkan tindakan pengancaman itu ke Polres Aceh Besar, Rabu 24 April 2013. Laporan pengaduan itu tercatat dengan nomor 29/IV/2013/ACEH/Res Abes. Ini adalah kasus pertama yang terungkap kasus teror.

Kasus Ke - 2

Tiga hari berselang, Rabu 24 April 2013  sejumlah media memberitakan tentang berita pengancaman tersebut. Dua hari publik  mengkonsumsi laporan tersebut, tiba –tiba Jumat 26 April 2013 terjadi kasus kedua.  

Muhammad bin Zainal Abidin, kader Partai Nasional Aceh, tewas ditembak di Desa Geuleumpang Blang Beureu-eh, Beureunuen, Pidie, Jumat 26 April 2013. Jenazah Muhammad ditemukan di sungai.

Informasi yang dihimpun acehkita.com, Muhammad diduga ditembak dari jarak dekat. Terdapat beberapa luka tembak di bagian pelipis dan kepala.

Jenazah korban ditemukan di dalam sungai, bersama dengan mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1690 QG. Jenazah ditemukan warga Desa Geulumpang Blang sekitar pukul 06.30 WIB.

Ketua DPW Partai Nasional Aceh Pidie M. Zaini menyebutkan, saat ditemukan korban berada di jok belakang sopir. “Jadi posisi duduknya bukan di belakang kemudi,” kata Zaini kepada acehkita.com. “Kemungkinan korban ditembak dari jarak dekat.”

Sebelum ditembak, kata Zaini, korban terlebih dahulu ditangkap. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pelaku penembakan dan penangkapan tersebut.

“Semalam, pukul 10.00 WIB, dia masih duduk-duduk di warung kopi di desanya, Waido. Lalu ada yang nelpon, dia datangi. Tapi kita tidak tahu siapa yang nelpon,” sebut Zaini.

Saat ini, jenazah korban telah dimandikan di desa istrinya di Keumala Dalam, Pidie, dan akan disemayamkan di Desa Waido, Kecamatan Simpang Tiga. Dan sudah dikebumikan pukul 15 :00 Wib di Desa Waido, Simpang Tiga, Pidie.

Terhadap kasus ini, berdasarkan berita yang disiarkan acehkita.com hingga pukul 17:00 Wib Jumat 26 April 2013 Kepolisian Resort Pidie tidak menemukan proyektil peluru di lokasi penemuan jenazah Muhammad Zainal Abidin, kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie. Polisi menduga, korban ditembak di tempat lain dan jenazahnya dibuang di lokasi yang jauh dari permukiman warga.

Kepala Kepolisian Resort Pidie AKBP Dumadi menyebutkan, polisi masih melakukan penyelidikan penembakan Muhammad Zainal Abidin alias Cek Gu di Desa Geulumpang Blang Beureu-eh, Beureunuen, Pidie.

“Kami belum menemukan proyektil, baik di tubuh korban maupun di TKP,” kata Dumadi kepada wartawan. “Proyektil masih dalam pencarian.”

Dumadi menyebutkan, di tubuh korban terhadap dua luka di bagian belakang kepala, satunya tembus pada bagian pipi kanan dan satu luka tidak tembus dengan kedalaman dua sentimeter. Luka juga ditemukan di bagian rusuk kiri dengan kedalaman dua sentimeter.

Polisi hingga kini belum mengetahui pelaku penembakan tersebut. “Polisi sudah mendata para saksi yang mengetahui kejadian tersebut guna dimintai keterangan,” lanjutnya.

Pemilu masih jauh didepan, orang yang berhubungan dengan pesta rakyat tersebut sudah satu orang tewas, pada pemilihan kepala daerah musim lalu juga sejumlah warga tidak berdausa tewas. Pertanyaannya adalah sanggup kah pihak kepolisian dan pihak keamanan mengantisipasi hal ini..?? | AT | RD | acehkita.com| Berbagai Sumber | 

Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016