Banda Aceh | acehtraffic.com - Masih ingat Novi Wahyuni (25), warga Gampong Blang Oi,Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, yang dilaporkan hilang sejak 4 April 2013? Ada dugaan gadis ini diculik. Dugaan ini semakin kuat karena keluarganya beberapa kali menerima telepon dari orang yang mengaku menculik Novi, dan meminta uang tebusan sebanyak Rp 25 juta.
Dugaan penculikan terhadap gadis yang bekerja di salah satu tempat penitipan anak di Kota Banda Aceh ini diceritakan Nurlela, kakak kandung Novi, saat Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mendatangi tempat tinggal keluarga miskin itu, di Gampong Blang Oi, Banda Aceh, Jumat 19 April 2013
“Untuk biaya hidup saja susah, apalagi untuk memenuhi tebusan Rp 25 juta. Kami mohon kepada mereka yang telah menculik adik kami, tolong lepaskan dia. Kami sudah tidak tahu harus buat apalagi sekarang,” ujar wanita yang akrap dipanggil Lela, sambil menyeka air matanya. Terhadap kasus ini, ia mengaku belum melaporkan secara resmi ke polisi.
Lela menyebutkan, ada tiga nomor handphone (Hp) yang sering menghubunginya, untuk meminta tebusan. Ketiga nomor Hp tersebut yaitu 082363747575, 085270602742 serta 085275202870. Penelepon yang menggunakan nomor 082363747575, menurut Lela, sempat mengabarkan Novi sedang bersama mereka di kawasan Cunda, Lhokseumawe.
“Dari ketiga nomor itu, sampai hari ini (kemarin-red) masih menelpon saya dan mereka meminta tebusan Rp 25 juta, kalau ingin adik saya itu dibebaskan. Dari ketiga nomor itu salah satu di antaranya mereka ada terdengar suara seorang wanita,” ujarnya.
Kehilangan Novi merupakan pukulan yang sangat berat bagi keluarga miskin itu. Lela dan ibunya Rohani serta anggota keluarga lainnya diliputi rasa sedih dan kekhawatiran yang begitu dalam. “Kami sangat berharap Novi segera pulang dan dipertemukan dengan keluarga dalam kondisi yang sehat,” pungkas Lela menyeka air matanya. | Sumber Serambi|Foto Chaider Mahyuddin/acehkita.com|