acehtraffic.com
| Suara Warga - Pemerintah merupakan pemegang pundak kekuasaan dalam
menjalankan sistem pemerintahan, sedangkan rakyat notabene dan objek pemerintah dalam menanggani
kemiskinan, dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, kemakmuran
rakyat berpola dasar dari rakyat itu sendiri, Pemerintah ujung
tombak rakyat dalam menyetarakan kehidupan dan kemakmuran sesuai harapan yang
diharapkan.
Pemerintah
dan rakyat seiring selangkah, bahu membahu dalam menyukseskan kemakmuran, rakyat merupakan tim pelaksana terhadap apa
yang harus dilaksanakan, mengikuti terapan dan undang-undang yang telah
ditetapkan oleh pemerintah, harapan pemerintah terikuti dan sejalan dengan
harapan rakyat, pemerintah menciptakan visi dan misi yang telah diatur, namun
visi misi rakyat lebih besar daripada pejabat pemerintah, baik dalam wilayah
kedaerahan maupun dalam ruang lingkup manajemen Negara.
Perang
kemiskinan, pola pikir, taraf hidup, kejayaan, dan kemakmuran menjadi tajuk
utama terhadap penangganan pemerintah, haluan dan laluan adalah solusi yang
tepat dengan berbagai kendati, namun observasi hari ini menjadi hangat untuk
diberitakan kepada pundak pemerintahan daerah, pada khususnya Daerah Aceh, yang
mana observasi tersebut terlihat perih, dan menyedihkan, dikala para pengemis
tersebar dimana-mana, baik di tingkat Daerah, Kecamatan maupun di Kota-Kota,
dengan berbagai alasan yang muncul, dan yang diungkapkan oleh segenap rakyat.
Dengan
adanya pundak pemerintahan, harapan menuntaskan kemiskinan sangat tertuju
kepada pemerintah, harapan rakyat dalam menuntaskan kemiskinan, dan menggurangi
angka pengemis yang tersebar dimana-mana, yang dapat membawa penyelesaian dalam
menangani kemiskinan, sesungguhnya harapan yang sangat diutamakan adalah sistem
pendidikan yang bijaksana dan mulia, yang bebas dari didikan kriminalisme,
kecurangan, dan korupsi, dengan adanya pendidikan yang mampan dan mantap, maka
pemerintah akan dapat menciptakan kemakmuran yang hakiki, dan rakyat pun akan
mengabdi kapada kebaikan, serta dapat membebaskan diri dalam ruang lingkup
taraf hidup yang tak pasti, dan menanti.
Penulis:
Ody yunanda
Pengurus
LPTQ Cempeudak - Kutamakmur
