Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Kecurangan-kecurangan dalam pelaksaan Ujian Nasional (UN) juga terjadi di wilayah Kota Lhokseumawe, sehingga membuat wajah pendidikan menjadi tercoreng. Senin 21 April 2013.
Sekretaris Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Lhokseumawe, Muhammad mengatakan. Pada saat ujian berlangsung, Kepala Sekolah MAN Lhokseumawe mengarahkan siswanya untuk membawa handphone (HP).
Dirinya menambahkan, kalau ada pengawas yang melarang para siswa untuk tidak boleh mamasukan handphone ke ruang ujian, maka siswa dipersilahkan untuk melaporkan hal itu ke Kepala Sekolah.
“Informasi yang kita temukan, itu merupakan intruksi Kepala Sekolah,” ujarnya.
Bahkan Kobar-GB Lhokseumawe juga mendapatkan informasi, kalau ada yang melarang siswa untuk menggunakan handphone, maka Kepala Sekolah akan melaporkannya pengawas ujian kepada Kantor Departemen Agama (Kandepag) Lhokseumawe.
Muhammad menjelaskan, himbauan membawa handphone tersebut bertujuan agar bisa diberikan kunci jawaban melalui short message service (SMS). Akhirnya murid sudah diarahkan seperti itu, pengawasan disibukkan dengan hal lain dan tidak mengawas dengan ketat.
Sementara itu, Kepala MAN Lhokseumawe, Wildani membantah tudingan tersebut. dirinya tidak pernah sama sekali menhimbau kepada murid-muridnya untuk membawa handphone pada saat ujian.
Wildani menambahkan, kalau memang ada murid yang membawa handphone maka sudah pasti akan ada pengawas ujian yang menegur dan lagi pula di sekolah MAN juga ada pengawas independen pada saat ujian sedang berlangsung.
“Saya tidak pernah menghimbau para murid,” ujar Wildani.
Sekretaris Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Lhokseumawe, Muhammad mengatakan. Pada saat ujian berlangsung, Kepala Sekolah MAN Lhokseumawe mengarahkan siswanya untuk membawa handphone (HP).
Dirinya menambahkan, kalau ada pengawas yang melarang para siswa untuk tidak boleh mamasukan handphone ke ruang ujian, maka siswa dipersilahkan untuk melaporkan hal itu ke Kepala Sekolah.
“Informasi yang kita temukan, itu merupakan intruksi Kepala Sekolah,” ujarnya.
Bahkan Kobar-GB Lhokseumawe juga mendapatkan informasi, kalau ada yang melarang siswa untuk menggunakan handphone, maka Kepala Sekolah akan melaporkannya pengawas ujian kepada Kantor Departemen Agama (Kandepag) Lhokseumawe.
Muhammad menjelaskan, himbauan membawa handphone tersebut bertujuan agar bisa diberikan kunci jawaban melalui short message service (SMS). Akhirnya murid sudah diarahkan seperti itu, pengawasan disibukkan dengan hal lain dan tidak mengawas dengan ketat.
Sementara itu, Kepala MAN Lhokseumawe, Wildani membantah tudingan tersebut. dirinya tidak pernah sama sekali menhimbau kepada murid-muridnya untuk membawa handphone pada saat ujian.
Wildani menambahkan, kalau memang ada murid yang membawa handphone maka sudah pasti akan ada pengawas ujian yang menegur dan lagi pula di sekolah MAN juga ada pengawas independen pada saat ujian sedang berlangsung.
“Saya tidak pernah menghimbau para murid,” ujar Wildani.
Sementara itu, Ruslan Bagian Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapenda) Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Lhokseumawe, Membantah tudingan tersebut. dirinya mengaku tidak pernah melakukan hal itu dengan Kepala Sekolah MAN Lhokseumawe.
“Tidak mungkin kami seperti itu,” ujar Ruslan. | AT | AG |
“Tidak mungkin kami seperti itu,” ujar Ruslan. | AT | AG |

