.jpg)
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Harga beli bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Aceh Besar dan Banda Aceh kembali mengalami kenaikan. Dalam sekilogram, kenaikan harga mencapai Rp10 ribu.
Pantauan mjcnews.com di Pasar Lambaro, Aceh Besar, bawang merah mencapai Rp55 ribu per kilogram. Padahal, dua hari sebelumnya bawang merah hanya dihargai Rp45 per kilogram.
Akibat kenaikan harga ini, para pedagang membatasi pasokan. Adi, seorang pedagang di Lambaro, menyebutkan, biasanya ia memasok hingga 300 kilogram bawang merah dalam sehari. Namun, sejak kenaikan harga ia hanya memasok 100 kilogram saja.
“Biasanya per hari saya mengalokasikan uang Rp30 juta untuk bawang saja. Tapi kini hanya Rp10 juta per hari, itu pun sudah termasuk bawang packing dan bawang Aceh,” kata Adi kepada mjcnews.com, Jumat (12/4/2013).
Tingginya harga, kata Adi, menyebabkan permintaan bawang merah menurun. Padahal, sebelumnya, permintaan terbilang tinggi. Apalagi bertepatan dengan suasana peringatan maulid di sejumlah kawasan.
Naiknya harga bawang membuat ibu-ibu rumah tangga kelimpungan. Fitriani, misalnya. Ibu rumah tangga asal Gampong Kayee Leu, Kecamatan Ingin Jaya, ini terpaksa membeli bawang kualitas rendah untuk bumbu kenduri maulid dengan alasan mengirit pengeluaran keluarga.
“Biasanya saya belanja bumbu untuk maulid cukup Rp400 ribu. Sekarang sudah hampir Rp600 ribu masih belum cukup,” ujar Fitirani.
Sementara itu harga bawang putih justru turun. Sejak sepekan lalu, harga bawang putih turun menjadi Rp22 ribu dari sebelumnya Rp55 ribu per kilogram.| AT | M | MJCNews.com
Pantauan mjcnews.com di Pasar Lambaro, Aceh Besar, bawang merah mencapai Rp55 ribu per kilogram. Padahal, dua hari sebelumnya bawang merah hanya dihargai Rp45 per kilogram.
Akibat kenaikan harga ini, para pedagang membatasi pasokan. Adi, seorang pedagang di Lambaro, menyebutkan, biasanya ia memasok hingga 300 kilogram bawang merah dalam sehari. Namun, sejak kenaikan harga ia hanya memasok 100 kilogram saja.
“Biasanya per hari saya mengalokasikan uang Rp30 juta untuk bawang saja. Tapi kini hanya Rp10 juta per hari, itu pun sudah termasuk bawang packing dan bawang Aceh,” kata Adi kepada mjcnews.com, Jumat (12/4/2013).
Tingginya harga, kata Adi, menyebabkan permintaan bawang merah menurun. Padahal, sebelumnya, permintaan terbilang tinggi. Apalagi bertepatan dengan suasana peringatan maulid di sejumlah kawasan.
Naiknya harga bawang membuat ibu-ibu rumah tangga kelimpungan. Fitriani, misalnya. Ibu rumah tangga asal Gampong Kayee Leu, Kecamatan Ingin Jaya, ini terpaksa membeli bawang kualitas rendah untuk bumbu kenduri maulid dengan alasan mengirit pengeluaran keluarga.
“Biasanya saya belanja bumbu untuk maulid cukup Rp400 ribu. Sekarang sudah hampir Rp600 ribu masih belum cukup,” ujar Fitirani.
Sementara itu harga bawang putih justru turun. Sejak sepekan lalu, harga bawang putih turun menjadi Rp22 ribu dari sebelumnya Rp55 ribu per kilogram.| AT | M | MJCNews.com
