
Acehtraffic.com - Iran saat ini dikenal sebagai negara dengan kemajuan pesat sains dan teknologinya yang mengundang decak kagum semua orang.
Keberhasilan ini tidak dimonopoli oleh kelompok gender tertentu. Sebab, banyak perempuan di negara ini yang sukses di bidang keilmuan mereka, salah satunya di bidang fisika. Kemajuan ilmu fisika sangat membantu kemajuan di banyak bidang lainnya, termasuk sains, industri, teknik dan perekonomian negara. Fisika adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya seperti biologi, kimia, geologi, dan lain-lain mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Meski Iran adalah negara Islam dengan sekitar 99 persen warganya beragama Islam, namun di negara ini juga ada komunitas agama yang lain. Mereka ikut terlibat secara aktif dalam kehidupan sosial dan dalam rangka membangun negara. UUD Republik Islam Iran menetapkan dan menghormati hak-hak kaum minoritas agama. Karena itu, warga minoritas agama juga mendapat kesempatan yang sama dengan mayoritas untuk belajar dan menimba ilmu sampai jenjang tertinggi. Mereka juga bisa duduk sebagai dosen dan pengajar di perguruan tinggi. Pada kesempatan ini, kami ingin mengenalkan wanita Iran yang sukses dari komunitas Kristen Armenia.
Alenush Terian lahir pada 9 November tahun 1920 di kota Tehran. Dia adalah astronom perempuan pertama Iran dan fisikawan. Alenush yang lahir di tengah keluarga Kristen Armenia juga dikenal sebagai ibu astronomi Iran. Kehidupannya seakan terikat dengan angkasa, ilmu falak dan bintang. Terian lulus sebagai sarjana ilmu fisika Universitas Tehran pada tahun 1947 . Ia memulai karirnya di laboratorium fisika universitas ini dan terpilih sebagai kepala operasi laboratorium di tahun yang sama.
Untuk melanjutkan studinya, Terian meninggalkan Iran dan pergi ke Perancis. Di sana, pada tahun 1956 ia memperoleh gelar doktor dalam Fisika Atmosfer dari Universitas Sorbonne. Meski diminta mengajar di Sorbonne, dia memilih kembali ke Iran. Di Iran, dia menjadi Asisten Profesor di termodinamika di Universitas Tehran. Kemudian ia bekerja di Fisika Solar. Kemudian dia bertolak ke Jerman Barat dan menetap di sana selama empat bulan melalui beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Jerman. Pada tahun 1964 Dr Terian menjadi wanita pertama Profesor Fisika di Iran.
Pada tahun 1966, Profesor Terian menjadi Anggota Komisi Geofisika Universitas Teheran. Karirnya terus naik dan pada tahun 1969 ia terpilih menjadi kepala studi Fisika Solar di Universitas Tehran dan mulai bekerja di Observatorium Matahari yang dia dirikan. Profesor Terian pensiun pada 1979. Dia tinggal di Tehran sampai akhir hayatnya. Pada ulang tahunnya ke-90 di Tehran digelar perayaan yang dihadiri oleh sejumlah anggota parlemen Iran dan lebih dari 100 warga Kristen Armenia Iran. Profesor Terian meninggal dunia di Tehran pada tanggal 4 Maret 2011.
Dr Alenush Terian banyak memberikan sumbangan kepada dunia keilmuan di Iran dan dunia. Dia mendirikan observatorium fisika dan teleskop solar. Untuk pertama kali di Iran, dia mengajarkan pelajaran fisika matahari. Sebagai penghormatan atas sumbangsihnya di dunia keilmuan Iran, Lembaga Geofisika Iran memberikan penghargaan kepadanya pada tahun 2007. Di tahun yang sama, Presiden Republik Islam juga memberikan penghargaan kepada Alenush Terian yang dinobatkan sebagai wanita teladan.| AT | M | Irib |
Keberhasilan ini tidak dimonopoli oleh kelompok gender tertentu. Sebab, banyak perempuan di negara ini yang sukses di bidang keilmuan mereka, salah satunya di bidang fisika. Kemajuan ilmu fisika sangat membantu kemajuan di banyak bidang lainnya, termasuk sains, industri, teknik dan perekonomian negara. Fisika adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya seperti biologi, kimia, geologi, dan lain-lain mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Meski Iran adalah negara Islam dengan sekitar 99 persen warganya beragama Islam, namun di negara ini juga ada komunitas agama yang lain. Mereka ikut terlibat secara aktif dalam kehidupan sosial dan dalam rangka membangun negara. UUD Republik Islam Iran menetapkan dan menghormati hak-hak kaum minoritas agama. Karena itu, warga minoritas agama juga mendapat kesempatan yang sama dengan mayoritas untuk belajar dan menimba ilmu sampai jenjang tertinggi. Mereka juga bisa duduk sebagai dosen dan pengajar di perguruan tinggi. Pada kesempatan ini, kami ingin mengenalkan wanita Iran yang sukses dari komunitas Kristen Armenia.
Alenush Terian lahir pada 9 November tahun 1920 di kota Tehran. Dia adalah astronom perempuan pertama Iran dan fisikawan. Alenush yang lahir di tengah keluarga Kristen Armenia juga dikenal sebagai ibu astronomi Iran. Kehidupannya seakan terikat dengan angkasa, ilmu falak dan bintang. Terian lulus sebagai sarjana ilmu fisika Universitas Tehran pada tahun 1947 . Ia memulai karirnya di laboratorium fisika universitas ini dan terpilih sebagai kepala operasi laboratorium di tahun yang sama.
Untuk melanjutkan studinya, Terian meninggalkan Iran dan pergi ke Perancis. Di sana, pada tahun 1956 ia memperoleh gelar doktor dalam Fisika Atmosfer dari Universitas Sorbonne. Meski diminta mengajar di Sorbonne, dia memilih kembali ke Iran. Di Iran, dia menjadi Asisten Profesor di termodinamika di Universitas Tehran. Kemudian ia bekerja di Fisika Solar. Kemudian dia bertolak ke Jerman Barat dan menetap di sana selama empat bulan melalui beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Jerman. Pada tahun 1964 Dr Terian menjadi wanita pertama Profesor Fisika di Iran.
Pada tahun 1966, Profesor Terian menjadi Anggota Komisi Geofisika Universitas Teheran. Karirnya terus naik dan pada tahun 1969 ia terpilih menjadi kepala studi Fisika Solar di Universitas Tehran dan mulai bekerja di Observatorium Matahari yang dia dirikan. Profesor Terian pensiun pada 1979. Dia tinggal di Tehran sampai akhir hayatnya. Pada ulang tahunnya ke-90 di Tehran digelar perayaan yang dihadiri oleh sejumlah anggota parlemen Iran dan lebih dari 100 warga Kristen Armenia Iran. Profesor Terian meninggal dunia di Tehran pada tanggal 4 Maret 2011.
Dr Alenush Terian banyak memberikan sumbangan kepada dunia keilmuan di Iran dan dunia. Dia mendirikan observatorium fisika dan teleskop solar. Untuk pertama kali di Iran, dia mengajarkan pelajaran fisika matahari. Sebagai penghormatan atas sumbangsihnya di dunia keilmuan Iran, Lembaga Geofisika Iran memberikan penghargaan kepadanya pada tahun 2007. Di tahun yang sama, Presiden Republik Islam juga memberikan penghargaan kepada Alenush Terian yang dinobatkan sebagai wanita teladan.| AT | M | Irib |
