Acehtraffic.com - Polisi Malaysia hari ini menyatakan ratusan kasus kekerasan telah terjadi selama masa kampanye pemilihan umum di Negeri Jiran itu.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (24/4), Juru bicara polisi Malaysia, Ramli Yoosuf, mengatakan 387 kasus kekerasan terjadi di tiga hari pertama masa kampanye yang dimulai Sabtu pekan lalu. Dia menjelaskan setidaknya 15 orang ditangkap terkait insiden kekerasan itu.
"Mereka yang ditangkap memiliki senjata seperti parang dan diduga telah melakukan penusukan terhadap pendukung partai saingan. Mereka juga melakukan tindakan intimidasi lainnya, di mana sebagian besar terjadi saat memasang bendera dan spanduk," kata Ramli.
Surat kabar pendukung pemerintah tidak memberikan keterangan dari pendukung mana yang melakukan kekerasan. Namun, kelompok oposisi menyatakan bahwa para pendukung mereka telah menjadi korban di banyak serangan, meski hal ini belum bisa dikonfirmasi.
Lembaga swadaya masyarakat Bersih, yang mendukung terlaksananya pemilu bersih di Malaysia, telah memperingatkan proses pemilihan umum bisa dirusak oleh kekerasan politik dan intimidasi.
Ramli mengatakan beberapa kasus kekerasan yang terjadi termasuk kejahatan individu, di mana ada seseorang berusaha menabrak pendukung partai politik saingannya dengan menggunakan mobil. Dia juga menjelaskan salah satu kantor pemilihan umum di sebelah utara Malaysia juga dikabarkan dibakar. Namun, dia tidak bisa memberikan rincian lainnnya.
Menurut laporan sejauh ini tidak ada korban tewas akibat insiden kekerasan yang terjadi. Namun, beberapa media di Malaysia pekan lalu menyatakan seseorang yang ditinggalkan dalam keadaan koma setelah dipukuli oleh pendukung partai berkuasa. Tetapi lelaki itu kemudian dilaporkan telah sadar.| AT | M | MR |

