News Update :

Caleg PNA Di Aceh Utara Diserang Rumah Dengan Peluru Batu, Nyali Polisi Sedang Diuji oleh Pelaku Kriminal

Minggu, 28 April 2013


Sepertinya calon legislator dari Partai Nasional Aceh (PNA) menghadapi tantangan  berat dalam penghelatan pemilu 2014. Pasalnya setelah Zuhra caleg Aceh Besar di ancam bunuh, berlanjut ke T.Muhammad Zainal Abidin tewas ditembak, sampai penyerangan rumah dengan batu. Polisi benar-benar diuji nyalinya.

Lhokseumawe | acehtraffic.com- Seorang perempuan yang terdaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Nasional Aceh (PNA) di Aceh Utara mengaku diteror oleh orang yang belum teridentifikasi dengan cara menembakkan ‘peluru batu’ dari senjata tradisional ketapel ke rumahnya. Sang caleg akhirnya  memberitahukan kasus itu ke polisi setelah serangan ketiga diarahkan ke rumahnya, Jumat 26 April 2013 malam.

Bacaleg PNA dari Aceh Utara tersebut bernama Aulia Putri, warga Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Sedangkan di Aceh Besar, perempuan bernama Zuhra (31), warga Gampong Lampisang Tunong, Kecamatan Seulimeum yang juga caleg PNA diancam tembak. Di Pidie, seorang kader PNA ditemukan tewas dengan luka tembak.

Aulia Putri kepada Serambi menceritakan, pada Sabtu 27 April 2013, dia bersama Pengurus PNA memberitahukan peristiwa yang dialaminya kepada polisi. “Selama bergabung dengan PNA dan menjadi caleg, rumah saya sudah tiga kali diketapel oleh orang tak dikenal,” kata Aulia.

Peristiwa terbaru, menurut Aulia terjadi Jumat 26 April 2013 malam sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika itu dia bersama keluarga sedang duduk-duduk di teras rumah.

“Tiba-tiba kami mendengar suara yang keras menghantam atap rumah. Kami tersentak kaget karena mengira peluru dari senjata api menghantam atap dan dinding,” ujar Aulia Putri.

Menurut Aulia, ketika ‘ledakan’ keras secara beruntun itu, ayahnya, Zakaria (50), yang sedang tidur dalam rumah terbangun dan sempat ke luar untuk memastikan apa yang terjadi. “Kami langsung tiarap karena takut terkena butiran batu yang dilontarkan dari ketapel. Ayah saya sempat memburu ke luar namun pelakunya sudah keburu kabur,” katanya.

Sebenarnya, kata Aulia, hingga kejadian kedua dia belum bermaksud melaporkan kasus itu ke polisi. Akan tetapi karena terjadi lagi untuk ketiga kalinya, dia pun tak bisa membiarkan dan akhirnya bersama Pengurus PNA Kecamatan memberitahukan ke polisi.

“Kami berharap polisi bisa menangkap pelakunya. Sejauh ini memang tidak ada barang yang rusak, tapi kejadian tersebut membuat keluarga kami resah dan tidak nyaman,” kata Aulia.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso melalui Kapolsek Dewantara, Iptu Sofyan yang dihubungi Serambi membenarkan telah menerima pemberitahuan dari pihak korban mengenai ‘serangan ketapel’ oleh orang yang belum diketahui.

“Korban hanya memberitahukan kejadian itu. Kami akan meningkatkan patroli untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan,” kata Kapolsek Dewantara. | AT | RD | Sumber Serambi | 
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016