Banda Aceh | acehtraffic.com-Ketua DPRK Banda Aceh malam membuka lomba Dalail Khairat. Dalam sambutannya, Yudhi
mengatakan, budaya merupakan cara berprilaku, menegakkan harkat dan martabat
manusia. Ini diperlukan untuk mengukur seberapa jauh seseorang dalam kehidupan
bermasyarakat bisa bertindak. Selasa 23 April 2013
"Moral, etika, nilai,
kreatifitas manusia, adalah aspek-aspek penting yang membentuk budaya itu dalam
masyarakat," Ujar Yudhi Kurnia, SE ketua DPRK Banda Aceh
Dikatakannya, sebagai masyarakat
yang berakar pada agama dan kebudayaan Islam, tentu kita membutuhkan sarana
untuk mengaktualisasi diri melalui cara-cara yang memang menjadi bagian dalam
perkembangan agama itu dalam kehidupan di dalam masyarakat kita.
Dan Dalail Khairat adalah salah
satu cara masyarakat Banda Aceh untuk menunjukkan budaya dan menjadi bagian
syiar agama. Adat ini menjadi bukti bahwa adat Aceh memiliki akar dan struktur
yang kuat, yakni kultur yang berpegang teguh dengan nilai-nilai Islam dan
budaya islami.
Yudhi menambahkan, di tengah
hiruk pikuk kehidupan duniawi ini, Dalail Khairat menjadi penenang, yang
menghilangkan kebingungan dalam hati kita. Bersalawat bersama-sama untuk
mengagungkan nama Allah dan kekasihnya Muhammad SAW, adalah obat hati agar tak
mudah diserang penyakit duniawi yang semakin lama semakin berat kita rasakan.
Dikatakan, kegiatan yang digelar
oleh MAA ini menjadi salah satu bagian penting dalam upaya kita merawat dan
melestarikan budaya Aceh karena kegiatan ini melibatkan pula para remaja.
Di sisi lain, katanya lagi,
kegiatan ini semakin menebalkan wujud Kota Madani di Banda Aceh. Kegiatan ini
hendaknya bisa terus menjadi agenda dalam kalender kegiatan MAA Banda Aceh.
Sehingga masyarakat di seluruh kota ini terus menantikan kegiatan islami ini | AT | RD | RI|
