News Update :

KLH : Kita Prediksi Akan Ada Bencana Tak Terduga di Pedalam Aceh Utara

Jumat, 01 Maret 2013

Aceh Utara | Acehtraffic.com – Akibat maraknya aktifitas galian C diwilayah pedalaman Aceh Utara dan pencemaran limbah pengolahan sagu, maka tidak menutup kemungkinan di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Utara akan menimbulkan bencana baru. Kamis 28 Februari 2013. 

Untuk awal tahun 2013 ini, Kantor Lingkungan Hidup Aceh Utara mencatat baru ditemukan dua kasus perusakan lingkungan yang paling rawan, yaitu tingginya aktifitas galian C di bukit dan sungi di wilayah Kecamatan Sawang dan kasus pembuangan limbah dari pengelohan sagu sungai di Desa Alue Bili Kecamatan Baktia.

“Kita prediksikan, aka ada bencana tak terduga di wilayah pedalaman Aceh Utara,” ujar Nuraina, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Aceh Utara.

Nuraina menyebutkan, berdasarkan pantauan KLH Kabupaten Aceh Utara dilapangan. Ditemukan, kasus yang paling sangat berbahaya saat ini adalah masalah galian C dan limbah pengolahan sagu. Maka apabila persoalan itu tidak ditanggapi serius, bisa-bisa akan memakan korban.

Untuk perbandingan saja, kata Nuraina, pada tahun sebelumnya. Banyak ditemukan kasus pencemaran limbah dan  perusakan lingkungan akibat aktfitas dari perusahaan industry hilir.

“Berkat kerjasama dengan semua pihak, KLH Kabupaten Aceh Utara berhasil menyelesaikan kasus itu,” tutur Nuraina.

Menurut keterangan Nuraina, kerusakan lingkungan akibat aktifitas galian C yang paling parah terdapat di sungai Sawang, yaitu dibawah jembatan rangka baja yang dijadikan penghubung antara Keude Sawang dan Desa Blang Cut.

Para aktor yang melakukan aktifitas galian C tersebut, sering mengabaikan kelestariaan alam. Sehingga akibat ulah dari perbuatan mereka, wilayah yang dijadik untuk esplorasi galian C tersebut menjadi rusak parah.

“Aktifitas galin C di daerah itu sudah sangat lama terjadi,” ungkap Nuraina.

Efek dari galian C tersebut, juga telah mengakibatkan terjadinya erosi singai yang sangat luas. Selain terjadinya erosi sungai, juga mengakibatkan terkikisnya beton penompang dan ovrit, sehingga jembatan rangka baja tersebut bisa saja ambruk dalam seketika.

Selain masalah galian C, juga ada juga persoalan lain yang dapat merusak lingkungan, yaitu negenai limbah pengolahan sagu di Desa Alue Bili. Akibat dari limbah tersebut juga dapat merusakan kesehatan masyarakat.

“Limbah pengolahan sagu itu dibuang sembarangan saja,” kata Nuraina.

Nuraina menjelaskan, akibat adanya limbah tersebut. Masyarakat yang berada di wilayah tersebut banyak yang mengeluh, karena setiap harinya warga harus menghirup bau yang tidak sedap.

“Persoalan ini jangan kita anggap gampang, karena manusia pun bisa tewas kalau terjebak di timbunan limbah sagu,” ujar Nuraina.

Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Utara juga sudah kewalahan memberikan teguran, bahkan bukan hanya itu saja, ketika petugas mendatangi kedua lokasi tersebut, para pelakunya menghilang.

“Kita mohon semua pihak membantu agar kedua kasus itu dapat dihentikan,” pinta Nuraina.| AT | AG |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016