News Update :

Iran dan Sanksi Darurat Nasional AS

Jumat, 15 Maret 2013



Acehtraffic.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperpanjang sanksi darurat nasional terhadap Republik Islam Iran untuk satu tahun ke depan.

Gedung Putih, Rabu (13/3) dalam sebuah rilisnya mengumumkan bahwa sanksi darurat nasional terhadap Iran yang telah berlaku sejak 15 Maret 1995 akan diperpanjang selama satu tahun lagi. Pernyataan itu mengklaim bahwa pemerintah Iran masih menjadi ancaman bagi keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi AS.

Obama dalam suratnya ke Kongres pada Selasa (12/3) menyatakan, "Tindakan dan kebijakan pemerintah Iran bertentangan dengan kepentingan AS di wilayah tersebut dan untuk alasan ini, saya memutuskan bahwa perlu untuk melanjutkan keadaan darurat nasional berkenaan dengan Iran dan untuk mempertahankan sanksi komprehensif terhadap Tehran untuk menghadapi ancaman itu."

Aturan tersebut pertama kalinya dikeluarkan oleh mantan Presiden Bill Clinton, untuk menerapkan sanksi yang lebih komprehensif terhadap Iran. Sehingga sejak tahun 1995, presiden AS setiap tahunnya memperpanjang sanksi anti-Iran itu.

AS agresif menerapkan sejumlah sanksi terhadap Republik Islam dengan tujuan mencegah kemajuan sains dan teknologi Iran. Sanksi-sanksi itu mencakup sektor perbankan, energi, larangan pengiriman suku cadang pesawat sipil, larangan penjualan obat-obatan dan logam mulia, serta pembatasan transportasi laut dan udara Iran.

Padahal, Obama berkali-kali menyatakan akan mengubah kebijakannya terkait Tehran dan bahkan bulan lalu AS menawarkan perundingan langsung dengan Iran, namun Washington tampaknya tidak tulus mengulurkan tangan dan sama sekali tidak terlihat sinyal perubahan dari Gedung Putih.

Sanksi dan intimidasi masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan luar negeri AS. Para pemimpin AS ingin mengesankan bahwa Iran merupakan sebuah ancaman bagi Paman Sam. Padahal, AS tak henti-hentinya mengintervensi urusan internal Iran dan menciptakan berbagai hambatan untuk kemajuan Republik Islam.

Obama pada periode pertama pemerintahannya berupaya menghambat kemajuan program nuklir damai Iran dengan menerapkan sejumlah sanksi unilateral dan multilateral dengan melibatkan sekutu-sekutunya di Eropa. Akan tetapi, semua upaya itu gagal hingga Washington mengusulkan perundingan langsung dengan Tehran.

AS juga aktif mengempanyekan Iranphobia untuk mencoreng citra Republik Islam di kancah internasional. Mengesankan program nuklir Iran sebagai ancaman merupakan strategi AS untuk mengejar ambisinya.

Berlanjutnya kebijakan seperti itu kian memperjelas bahwa siapa sebenarnya yang menjadi ancaman bagi keamanan internasional dan mengobarkan perang di setiap pelosok dunia. Kebijakan agresif AS justru akan menciptakan kebencian bangsa-bangsa dan memberbanyak jumlah musuh mereka sendiri.
| AT | M | irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016