Jakarta | acehtraffic.com -- Greenomics Indonesia mengadakan pertemuan
dengan Representatif Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan
ASEAN pada Kamis kemarin 7 Maret 2013 guna menyampaikan rencana Gubernur Aceh
yang ingin menebang hutan lindung hingga 55,000 hektar, yang secara jelas
bertentangan dengan komitmen jangka panjang Uni Eropa untuk melindungi hutan
Aceh.
"Karena Uni Eropa sudah
berkomitmen untuk mendukung perlindungan hutan Aceh dalam jangka panjang, maka
sangat relevan bagi kami untuk menyampaikan rencana Gubernur Aceh yang
berencana ingin menebang hutan lindung tersebut", jelas Elfian Effendi,
Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia di Jakarta hari ini, Jumat 8 Maret 2013.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut
Elfian, Representatif Delegasi Uni Eropa menginformasikan bahwa Uni Eropa tetap
berkomitmen untuk mendukung perlindungan hutan di Provinsi Aceh dan Sumatera
Utara dalam jangka panjang.
"Representatif Delegasi Uni
Eropa juga mengkonfirmasi kepada kami tentang kepeduliannya untuk melihat Aceh
damai secara berkelanjutan serta menyepakati bahwa masih terdapat alternatif
lain yang tersedia untuk pembangunan di Aceh selain menebang hutan
lindung," urai Elfian.
Elfian menjelaskan, Representatif
Delegasi Uni Eropa juga menginformasikan bahwa Uni Eropa tidak berada dalam
posisi melakukan intervensi, namun Uni Eropa percaya bahwa pemerintah Indonesia
akan memperhatikan dan memberikan kepedulian terbaiknya untuk melindungi hutan
Aceh. Greenomics memuji respon
Representatif Delegasi Uni Eropa tersebut.
"Respon Uni Eropa tersebut
sangat konsisten dengan komitmen jangka panjangnya untuk perlindungan hutan
Aceh", ujar Elfian.
Greenomics terus berupaya agar
hutan lindung Aceh tidak menjadi target penebangan seperti yang diusulkan oleh
Gubernur Aceh Zaini Abdullah.
"Konsistensi Uni Eropa
terhadap perlindungan hutan Aceh ini tentu menjadi pendorong positif bagi kami
untuk terus berupaya agar hutan lindung Aceh terbebas dari target penebangan
lewat modus operandi perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh", tutup
Elfian | AT | RD | RI |

