Lhokseumawe | acehtraffic.com – Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bireuen, siap mengadopsi anak-anak etnis Rohingnya yang terdampar di wilayah perairan Aceh Utara dan Aceh Timur. Kamis 7 Maret 2013.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua FPI Kabupaten Bireuen, Tgk. Zainuddin Al- Biruni ketika diwawancarai The Aceh Traffic melalui telpon seluler.
Selain itu, FPI Bireuen juga meminta kepada Pemerintah untuk tidak mendoportasikan para pengungsi Rohingnya itu ke negara asalnya. Karena dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.
Ketika ditanyai bagaimana bentuk adopsi yang akan dilakukan oleh FPI Bireuen, maka Tgk. Zainuddin Al- Biruni mengatakan seluruh pengungsi Rohingnya tersebut siap ditampung diseluruh dayah-dayah dan dirumah-rumah pengurus FPI. “Kita siap tampung mereka semua,” ujar Tgk. Zainuddin Al- Biruni.Tgk. Zainuddin Al- Biruni. Menambahkan, kita selaku umat Islam sudah saatnya untuk membantu para etnis Rohingnya yang saat ini telah tertindas. Agar dapat meringankan beban merekan.
Selain itu FPI Bireuen juga menyampaikan tuntutan berupa, mengutuk dan mengetas atas terjadinya penindasan terhadap para etnis Rohingnya yang tinggal di negara Myanmar. Karena telah melanggar nilai-nilai kemanusian.Meminta Pemerintah Indonesia untuk mengecam Junta Militer Myanmar dan menyelesaikan konflik-konflik yang saat ini terjadi terhadap para etnis-etnis Rohingnya.
Kemudian, FPI Bireuen juga mempersoalkan sikap dari negara-negara Internasional dan tokoh-tokoh HAM Myanmar yang menutup mata terhadap penindasan yang dilakukan terhadap para etnis Rohingnya.FPI juga mempertanyakan sikap tokoh oposisi dan Demokrasi Myanmar, Au San Suu Kyi yang pernah merah meraih nobel perdamaian dunia, pada tanggal 17 Juni 2012. Yang saat ini telah mendiamkan terjadinya pelanggaran HAM berat di Myanmar.
Yang terakhir, FPI Bireuen juga meminta umat Budha yang ada di Bireuen untuk membuat pernyataan sikap, untuk perlindungan terhadap kaum minoritas.
FPI Bireuen juga mengajak seluruh umat Muslim untuk memanjatkan doa terhadap para etnis Rohingnya. Agar dapat segera terselesaikan permasalahan tersebut dan tidak ada terjadinya penindasan terhadap etnis Rohingnya di kedepan harinya.
Tidak menutup kemungkinan juga, para kelompom FPI Kabuapten Bireuen untuk melakukkan Jihad ke daerah Myanmar. “Kalau Pemerintah disediakan anggaran, maka kami siap berangkat ke Myanmar,” tutur Tgk. Zainuddin Al- Biruni.| AT | AG |
