
Acehtraffic.com - Pemerintah Australia memasukkan kelompok teroris Front al-Nusra di Suriah yang berafiliasi dengan al-Qaeda ke dalam daftar kelompok teroris.
Menurut laporan televisi Alalam pada Senin (18/3), pemerintah Australia menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang memasukan kelompok teroris dan takfiri Front al-Nusra ke dalam daftar kelompok teroris.
Koran Sydney Morning Herald (SMH) dalam laporannya menyebutkan, Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr menegaskan bahwa Australia memutuskan untuk memasukkan Front al-Nusra ke dalam daftar kelompok teroris supaya kelompok itu tidak mendapat dukungan finansial.
Menurut laporan televisi Alalam pada Senin (18/3), pemerintah Australia menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang memasukan kelompok teroris dan takfiri Front al-Nusra ke dalam daftar kelompok teroris.
Koran Sydney Morning Herald (SMH) dalam laporannya menyebutkan, Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr menegaskan bahwa Australia memutuskan untuk memasukkan Front al-Nusra ke dalam daftar kelompok teroris supaya kelompok itu tidak mendapat dukungan finansial.
Ia menambahkan, banyak serangan bunuh diri dan pemboman tercatat dalam rapor Front al-Nusra yang telah merekut lebih dari lima ribu militan ektrimis. Kelompok ini tidak hanya menarget militer Suriah tetapi juga warga sipil.
"Kelompok-kelompok ektrimis seperti Front al-Nusra tidak memiliki tempat di Suriah dan di manapun juga," tegasnya.
Ia menegaskan, Front al-Nusra memiliki hubungan langsung dengan jaringan al-Qaeda di Irak dan mendapat senjata dari jaringan ini.
Front al-Nusra merupakan salah satu cabang bersenjata dari koalisi oposisi Suriah. Kini kelompok ini tidak dapat menerima bantuan finansial di Australia, sebab berdasarkan aturan di negara itu jika ada orang yang mengumpulkan dana atau memiliki rekening kusus untuk mengalokasikan dana kepada kelompok tersebut akan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
Meski kalangan internasional mengakui kelompok Front al-Nusra dan berbagai kelompok bersenjata lain di Suriah sebagai kelompok teroris tetapi anehnya Barat dan sekutu regionalnya khususnya Arab Saudi, Qatar dan Turki terus menyuplai dana dan senjata kepada mereka untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.| AT | M | Irib |
