
Gaza | Acehtraffic.com - Petugas Pemilu mulai mendaftar warga yang memiliki hak pilih di Palestina hari ini. Proses pendaftaran tersebut akhirnya dijalankan setelah membaiknya hubungan antara Fatah dengan Hamas.
“Proses pendaftaran hari ini dimulai di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kami harap berjalannya kegiatan pendaftaran dapat membantu proses rekonsiliasi bangsa Palestina,” ujar Ketua Komisi Pemilu Palestina, Hanna Nasser, seperti dikutip AFP, Senin (11/2/2013).
Sebelumnya, proses pemutakhiran data pemilih di Palestina selalu terhambat karena adanya konflik antara Fatah dengan Hamas. Konflik yang terjadi sejak tahun 2006 itu membuat kekuasaan Palestina terpecah dengan Fatah memimpin di Tepi Barat sedangkan Hamas menguasai Jalur Gaza.
Sebenarnya Komisi Pemilu Palestina sudah ingin memulai proses pendaftaran sejak tahun lalu, namun niat itu tertunda karena Hamas tidak memberikan izin kepada mereka untuk bekerja di Jalur Gaza.
Hubungan antara Fatah dan Hamas saat ini sendiri makin membaik setelah mendapatkan dorongan dari Mesir untuk meneruskan proses rekonsiliasi. Pada tahun 2011, kedua kubu sebenarnya telah membuat kesepakatan untuk melakukan rekonsiliasi namun kesepakatan itu baru kini dapat direalisasikan.
Selain menyelenggarakan pemilu, syarat rekonsiliasi lainnya yang disepakati oleh Fatah dan Hamas adalah dibentuknya satu pemerintahan sementara sampai hasil pemilu keluar. Fatah dan Hamas pun dikabarkan melakukan pembicaraan selama dua hari pada akhir pekan lalu di Kairo, Mesir untuk membahas bentuk dari pemerintahan sementara tersebut.| AT | M | OZ |
“Proses pendaftaran hari ini dimulai di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kami harap berjalannya kegiatan pendaftaran dapat membantu proses rekonsiliasi bangsa Palestina,” ujar Ketua Komisi Pemilu Palestina, Hanna Nasser, seperti dikutip AFP, Senin (11/2/2013).
Sebelumnya, proses pemutakhiran data pemilih di Palestina selalu terhambat karena adanya konflik antara Fatah dengan Hamas. Konflik yang terjadi sejak tahun 2006 itu membuat kekuasaan Palestina terpecah dengan Fatah memimpin di Tepi Barat sedangkan Hamas menguasai Jalur Gaza.
Sebenarnya Komisi Pemilu Palestina sudah ingin memulai proses pendaftaran sejak tahun lalu, namun niat itu tertunda karena Hamas tidak memberikan izin kepada mereka untuk bekerja di Jalur Gaza.
Hubungan antara Fatah dan Hamas saat ini sendiri makin membaik setelah mendapatkan dorongan dari Mesir untuk meneruskan proses rekonsiliasi. Pada tahun 2011, kedua kubu sebenarnya telah membuat kesepakatan untuk melakukan rekonsiliasi namun kesepakatan itu baru kini dapat direalisasikan.
Selain menyelenggarakan pemilu, syarat rekonsiliasi lainnya yang disepakati oleh Fatah dan Hamas adalah dibentuknya satu pemerintahan sementara sampai hasil pemilu keluar. Fatah dan Hamas pun dikabarkan melakukan pembicaraan selama dua hari pada akhir pekan lalu di Kairo, Mesir untuk membahas bentuk dari pemerintahan sementara tersebut.| AT | M | OZ |
