News Update :

Putra Aceh Peroleh Award Konservasi dari Belanda

Minggu, 24 Februari 2013


Banda Aceh | acehtraffic.com- Aktivis lingkungan di Aceh, Rudi H Putra mendapat penghargaan dari Future For Nature Foundation. Dia menjadi warga negara Indonesia pertama yang memeroleh award dari lembaga asal Belanda itu.

Melalui surat elektronik kepada Tempo, Sabtu 23 Februari 2013, Rudi mengatakan mendapat award di bidang konservasi alam. "Ada 3 orang yang mendapat award," tulisnya.

Selain dia, award juga diberikan kepada Samia Saif (Bangladesh) yang aktif dalam penyelamatan Harimau di negaranya. Kemudian juga kepada Dr. Lucy E King (Inggris) yang aktif dalam konservasi Gajah Afrika di Kenya. Mereka mengalahkan 98 kandidat dari 45 negara lainnya.

Menurutnya, award diberikan kepada pemuda yang dinilai memiliki upaya, inovasi dan semangat yang kuat dalam menyelamatkan satwa terancam punah dan kawasam konservasi. Dia dipilih oleh 10 dewan juri yang terdiri dari pakar-pakar konservasi terkenal di dunia, yang tersebar di beberapa negara.

Penyerahan penghargaan dilakukan pada Jumat kemarin, di Burger's Zoo, Arnhem, Belanda, yang merupakan pusat konservasi satwa liar yang berhasil dalam mengembangbiakan satwa-satwa di dunia dan didirikan pada 1913 lalu.

Penghargaan diserahkan oleh Jane Goodall, seorang pejuang konservasi terkenal di dunia yang menghabiskan waktunya lebih dari 33 tahun untuk menyelamatkan Simpanye di Afrika; serta Saba Douglas Hamilton, seorang artis/presenter yang mengabdikan dirinya dalam penyelamatan gajah di Afrika.

Rudi mengatakan, dalam acara puncak pemberian award, mereka mempresentasikan tentang kegiatan mereka di hadapan undangan. "Saya menyampaikan upaya penyelamatan satwa-satwa langka di Hutan Leuser, Aceh."

Rudi adalah mantan pekerja di Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL). Saat ini, dia sedang menempuh pendidikan Magister di Institut Pertanian Bogor bidang Konservasi Biodiversitas Tropika.

Dia menghabiskan waktunya selama 13 tahun terakhir ini dalam upaya konservasi satwa di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang merupakan kawasan konservasi yang sangat terkenal di dunia Internasional. | AT | R | Sumber TEMPO|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016