Aceh Utara | acehtraffic.com-Musyawarah rencana
pembangunan (musrenbang) yang digelar di aula pertemuan kantor Kecamatan Nisam
Aceh Utara, dimulai Kamis 21 Februari 2013. Dalam Musrembang tersebut dibahas
soal fasilitas umum dan kondisi ekonomi masyarakat serta persoalan SPP PNPM yang mengandung unsur riba. Jumat 22 Februari
2013.
Adapun Rekapitulasi Rencana Pembangunan Kecamatan yang menjadi program prioritas dalam Musrenbang kali ini diantaranya, pembangunan jalan strategis kecamatan antar Krueng Geukuh dan Blang dalam kecamatan Nisam yang anggarannya bersumber dari Otsus 1,7 Milyar dan Dana Alokasi Kabupaten (DAK) 3,2 Milyar.
Kemudian
Program pengaspalan jalan Gampong sebagai kelancaran transportasi umum di
kawasan Gampong Tingkeum menuju Darussalam Rp.1,2 Milyar dan pengaspalan jalan
dari Coet Putoh ke Meunasah Alue dengan anggaran Rp 1 Milyar. Serta sejumlah
usulan untuk 2014.
Ketua Gerakan pemuda dan mahasiswa Nisam Abdul Kadir, mengktisi pemerintah dianggap kurang memperhatikan rakyat di segi perekonomian. Menurutnya kondisi masyarkat Nisam sekarang membutuhkan beras dan pendidikan.
,”Masyarakat Nisam saat ini di timpa musibah gagal panen, dan penyaluran SPP PNPM pedesaan, seharunya pemerintah harus mengevaluasi kembali di karenakan di dalamnya mengandung unsure riba,” Ujar Abdul Khaidir.
Sementara
itu, T syamsul Fajri dari dinas Bina Marga mengatakan bahwa pihaknya
akan terus berusaha untuk keberlanjutan pembangunan di kecamatan Nisam.
Dalam kesempatan ini kami membuka peluang untuk seluruh tokoh masyarakat agar
mengajukan pertanyaan untuk memprioritas usulan pembangunan kecamatan.
Selain itu Ir.Rasyidi Fasilitator Kabupaten (FasKab PNPM Mandiri Pedesaan) Aceh Utara mengaku sangat bangga kepada Nisam, karena pengololaan dana SPP 99 % berjalan dengan lancar, dan pembangunan Fisik Juga berjalan sangat baik.

,” SPP pengkreditan diturunkan dari 12 % yang saat ini berjalan, itu tidak mungkin, di karenakan kami mengikuti integritas PNPM,” Katanya.
Dia juga menambahkan dalam musyawah tingkat desa dan sosialisasi kami pernah mengungkapkan, jika dana SPP di anggap Riba sebaiknya jangan di usul atau di ambil untuk kelompok. ,” Kami akui kalau dana SPP itu RIba. Tapi kami mengikuti aturan yang di buat oleh PNPM,” Tambah Ir Rasyidi. | AT | RD| TM| Foto Tami|

