
Lhokseumawe | acehtraffic.com – Rumah Sakit Bunda Kota Lhokseumawe, dituding telah melakukan diskriminasi dalam memberikan perawatan medis dan fasilitas terhadap pasien. Senin 18 Februari 2013.
Salah seorang keluarga pasien, Nasir kepada The Aceh Traffic mengatakan. Bapaknya yang menderita penyakit stroke telah dirawat hampir sepekan di rumah sakit swasta tersebut.
Namun yang menjadi persoalannya adalah, tiba-tiba saja tadi sore sekitar pukul 15:00 Wib pihak keluarga mendapatkan kabar bahwa pasien ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM).
Akibatnya, keluarga pasien yang menggunakan layanan Jamkesmas tersebut menjadi panik kerena harus tiba-tiba dirujuk ke rumah sakit lain. Karena dokter menyarakan agar dirujuk pada hari itu juga.
Maka anak pasien yang tertua, M Nasir, menyarankan agar bapaknya dirawat saja dulu sementara dirumah sakit itu. Karena keluarga pasien menilai hal tersebut sangat mendadak.“Kan tidak harus mendadak seperti ini,” ujar M Nasir.
Selain itu, M Nasir juga menceritakan. Sekitar pukul 19:30 Wib tiba-tiba pihak rumah sakit membawa keluar bapaknya yang sedang menderita stroke tersebut dari ruang ICU dan ingin dimasukkan kedalam mobil ambulan.
Melihat situasi yang sudah seperti itu, pihak keluarga pasien pun mencoba menghadang petugas yang membawa pasien yang menderita stroke tersebut. Kelurga pasien berharap, pasien tidak dibawa dulu.
Pimpinan Rumah Sakit Bunda Lhokseumawe, dr. Hanafiah membantah bahwa pihaknya telah melakukan pengusiran terhadap pasien yang menderita stroke tersebut.
Hanya saja pihaknya merujuk pasien tersebut untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih baik, sehingga harus segara untuk dilakukan rujukan.
Selain itu, dr. Hanafiah juga mengaku. Tiba-tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM) kamarnya sudah penuh, sehingga pasien itu terpaksa harus kita rawat kembali di rumah sakit ini.| AT | AG | Foto Ilustrasi|
Salah seorang keluarga pasien, Nasir kepada The Aceh Traffic mengatakan. Bapaknya yang menderita penyakit stroke telah dirawat hampir sepekan di rumah sakit swasta tersebut.
Namun yang menjadi persoalannya adalah, tiba-tiba saja tadi sore sekitar pukul 15:00 Wib pihak keluarga mendapatkan kabar bahwa pasien ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM).
Akibatnya, keluarga pasien yang menggunakan layanan Jamkesmas tersebut menjadi panik kerena harus tiba-tiba dirujuk ke rumah sakit lain. Karena dokter menyarakan agar dirujuk pada hari itu juga.
Maka anak pasien yang tertua, M Nasir, menyarankan agar bapaknya dirawat saja dulu sementara dirumah sakit itu. Karena keluarga pasien menilai hal tersebut sangat mendadak.“Kan tidak harus mendadak seperti ini,” ujar M Nasir.
Selain itu, M Nasir juga menceritakan. Sekitar pukul 19:30 Wib tiba-tiba pihak rumah sakit membawa keluar bapaknya yang sedang menderita stroke tersebut dari ruang ICU dan ingin dimasukkan kedalam mobil ambulan.
Melihat situasi yang sudah seperti itu, pihak keluarga pasien pun mencoba menghadang petugas yang membawa pasien yang menderita stroke tersebut. Kelurga pasien berharap, pasien tidak dibawa dulu.
Pimpinan Rumah Sakit Bunda Lhokseumawe, dr. Hanafiah membantah bahwa pihaknya telah melakukan pengusiran terhadap pasien yang menderita stroke tersebut.
Hanya saja pihaknya merujuk pasien tersebut untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih baik, sehingga harus segara untuk dilakukan rujukan.
Selain itu, dr. Hanafiah juga mengaku. Tiba-tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM) kamarnya sudah penuh, sehingga pasien itu terpaksa harus kita rawat kembali di rumah sakit ini.| AT | AG | Foto Ilustrasi|
