Aceh Tamiang | acehtraffic.com-
Memasuki musim panen tahun ini, harga padi berbeda-beda menurut jenisnya. Untuk
jenis Ciherang harga beli tingkat agen atau
kilang padi lebih tinggi sementara padi local anjlok. Rabu 13 Februari 2013
Muzakkir seorang petani di Langsa
mengatakan harga beli padi (gabah) dari petani oleh pedagang baik agen maupun
kilang padi dibedakan menurut jenis padi. untuk jenis padi Ciherang harganya
mencapai Rp.4000 sampai 4100 perkilogram, sementara untuk padi local Rp.3700
sampai 3800 perkilo gram.
Menurutnya harga bisa jadi akan
berubah –berubah, dapat di pastikan untuk kenaikan hamper dapat dipastikan
mustahil, namun jika penurunan harga itu lebih memungkinkan apalagi jika
kondisi hujan. Karena pembeli agen atau pihak kilang padi membeli dibawah harga
tersebut diatas dengan alasan padi basah, atau dengan alasan memang harga padi
sudah turun.
Yudin (28) seorang petani di Aceh
Tamiang yang menagku baru siap panen padi mengaku, dia menjual Padi local ke
salah satu kilang di Langsa dibeli dengan harga Rp. 3800 perkilogram. Katanya,
harga tersebut karena dia sudah duluan membuat perjanjian dengan pedagang padi
tersebut.
Dia juga menambahkan pada
tinggakatan agen, pada Selasa 12 Februari 2013, padi local Cuma mau ditampung
dengan harga Rp.3700, sementara untuk padi ciherang mau di tampung dengan harga
Rp.4000.
,” Saya tidak tahu dari mana
pedoman harga ini, apakah ada ketentuan dari pemerintah atau memang suka-suka
Toke, sesuai dengan perkalian bisnis mereka?,”
Ketidakstabilan harga jual gabah
kering membuat para petani menjerit, apalagi para buruh tani yang cuma mengandalkan
sawah sewaaan. Pastinya setelah membayar ongkos bajak, penanaman, penyemprotan,
dan pengaritan, maka ia hanya menjadi aktivitas saja menanam padi, sementara
keuntungan setelah panen tidak berbanding dengan biaya dan keringat yang
dikeluarkan.
“Maunya ada ketentuan dari
pemerintah tetang harga beli padi, kalau ada toke nakal, itu kan melanggar
hukum,” ujar Yudin yang sempat mengenyam bangku kuliah ini. | AT | AD|

