Sumenep | acehtraffic.com- Hasan Riyadi, 33 tahun, benar-benar stres.
Korban pemotongan alat vital oleh istrinya sendiri ini mendapat kabar
buruk dari tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Moh Anwar, Sumenep, yang
mengoperasinya. "Kelamin korban tidak bisa disambung," kata Direktur RSUD Moh Anwar, Fitril Akbar, Kamis, 21 Februari 2013.
Menurut Fitril, penyambungan tidak bisa dilakukan karena potongan kelamin korban hingga kini belum ditemukan. Kalaupun ditemukan juga tidak bisa disambung karena sudah lebih dari enam jam setelah terpotong. "Lebih dari enam jam, urat dan sel pada potongan kelamin akan mati," ujarnya.
Kini, kondisi Riyadi sudah stabil setelah menjalani operasi. Pendarahan hebat di kelaminnya berhasil dihentikan. "Kelamin korban hanya tersisa dua sentimeter," ucapnya.
Meski pendek, kata Fitril, Riyadi tetap bisa buang urine dan reproduksi spermanya tetap normal. "Cuma sulit disalurkan saja, penisnya mengalami trauma amputasi," tuturnya.
Fitril menawarkan alternatif agar Riyadi bisa menyalurkan hasrat biologisnya, yaitu protease atau disambungkan penis palsu. Namun harus dilakukan di rumah sakit di Surabaya yang memiliki tenaga ahli untuk menanganinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis dinihari tadi, warga Kecamatan Saronggi, digegerkan aksi Misriyati, 33 tahun. Warga Dusun Langsarus Laok, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, itu nekat memotong penis suaminya sendiri, Hasan Riyadi.
Menurut Fitril, penyambungan tidak bisa dilakukan karena potongan kelamin korban hingga kini belum ditemukan. Kalaupun ditemukan juga tidak bisa disambung karena sudah lebih dari enam jam setelah terpotong. "Lebih dari enam jam, urat dan sel pada potongan kelamin akan mati," ujarnya.
Kini, kondisi Riyadi sudah stabil setelah menjalani operasi. Pendarahan hebat di kelaminnya berhasil dihentikan. "Kelamin korban hanya tersisa dua sentimeter," ucapnya.
Meski pendek, kata Fitril, Riyadi tetap bisa buang urine dan reproduksi spermanya tetap normal. "Cuma sulit disalurkan saja, penisnya mengalami trauma amputasi," tuturnya.
Fitril menawarkan alternatif agar Riyadi bisa menyalurkan hasrat biologisnya, yaitu protease atau disambungkan penis palsu. Namun harus dilakukan di rumah sakit di Surabaya yang memiliki tenaga ahli untuk menanganinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis dinihari tadi, warga Kecamatan Saronggi, digegerkan aksi Misriyati, 33 tahun. Warga Dusun Langsarus Laok, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, itu nekat memotong penis suaminya sendiri, Hasan Riyadi.
Diduga perbuatan nekat itu disebabkan rasa cemburu karena
sang suami digosipkan berselingkuh dengan wanita lain. Baca juga : Perempuan Ini Tega Potong Kemaluan Suaminya, Tega Banget Deh Lho !| AT | R | TEMPO.CO|

