News Update :

Proyek Pendidikan Rahasia Di Sawang

Rabu, 16 Januari 2013




Aceh Utara | acehtraffic.com - Akibat Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian dan Perikanan Negeri 1 Sawang di Lhok Kuyuen Kecamatan Sawang, Aceh Utara tidak memasang papan proyek sehingga warga setempat menganggap pembangunan proyek pendidikan rahasia tersebut tidak transparan.

Hal tersebut dikatakan oleh Dahrul Fadli (29) mantan kombatan GAM Daerah I Tgk Di Lhok Drien. Rabu, 09 Januari 2013, sore mengatakan sumber alokasi anggaran, siapa pelaksana, berapa jumlah anggaran untuk pembangunan SMK Pertanian dan Perikanan diatas tanah seluas 10 hektar yang dibebaskan dengan APBK tahun 2008 itu hanya diketahui oleh beberapa orang pelaksana dilapangan saja. 

Sementara warga Lhok Kuyuen bahkan seluruh warga di Kecamatan Sawang sebagai penerima manfaat pembangunan tidak mengetahuinya. "proyek rahasia itu, masyarakat Lhok Kuyuen saja tidak tau berapa dari mana dana itu apalagi warga seluruh Sawang ini pelanggaran hukum" Katanya.

Pelanggaran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa serta Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Disamping itu sempat beredar kabar SMK N 1 Pertanian dan Perikanan itu akan menerima murid tahun ajaran 2013 satu kelas untuk pertanian dan satu kelas untuk perikanan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Aceh Utara, Razali S Pd, pembangunan gedung sekolah, laboratorium dan gedung pendukung lain telah siap sejak September 2012 lalu menghabiskan dana 1,5 Miliar dari APBN 2012 seperti yang dilansir Jurnal Pase, Buletin Pemda Aceh Utara edisi III Desember 2012.

Namun pelaksanaan dilapangan hingga Januari 2013 masih berjalan, bahkan berdasarkan laporan warga bangunan pagar SMK Pertanian itu juga sempat roboh akibat hujan deras awal Januari lalu menurut warga karena pondasi tidak kokoh dan tidak ada galian parit. Dia juga mengatakan pembangunan pagar SMK Pertanian tersebut minggu lalu sempat dibongkar oleh pekerja karena jerit payah buruh tidak dibayar.

Sementara kondisi gedung yang telah dibangun beberapa tahun yang lalu dinding dan lantai sudah retak dengan ruangan berantakan.

Menurut sepengetahuan Dahrul Fadli pelaksana pembangunan SMK Pertanian itu dikomando oleh ketua umum Drs Murdani Yusuf,warga Keude Krueng Mane Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, yang tercatat sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Muara Batu.

Bendahara proyek, Muslem S Ag, juga Pegawai Negeri Sipil yang aktif dikantor Kecamatan Sawang, Aceh Utara, bersama,Hasnawi Ismail, Geuchik Gampoeng Lhok Kuyuen Kecamatan Sawang, Aceh Utara sebagai Ketua 1.

Menurut Muslem S Ag, bendahara pembangunan SMK Pertanian dan Perairan Negeri 1 Sawang mengatakan proyek senilai 1,5 Miliar itu tidak melalui proses tender sesuai Keppres 80 tahun 2003 tentang PBJ. Namun pelaksananya bersifat swakelola karena proyek tersebut merupakan bantuan langsung (Block Grant). Hal tersebut juga dibenarkan oleh Keuchik Gampong Lhok Kuyuen "itu swakelola bukan dilaksanakan oleh kontraktor atau PT" Katanya.

Kepala SMK N 1 Muara Batu, Murdani Yusuf minta maaf atas pelanggaran yang dilakukan oleh pihak dan pelaksana proyeknya “saya benar-benar minta maaf plang proyek lupa saya pasang, nanti juga kami buat” katanya. | AT | IS | YD |

Baca juga:
Indikasi Korupsi Pada Pembangunan SMK N 1 Sawang
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016