Jayapura | acehtraffic.com - Provinsi Papua membutuhkan sekitar 16 ribu
tenaga kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Papua, Josef Rinta, mengatakan
saat ini dari empat ribuan kampung di provinsi tersebut, hanya 1.100
kampung yang memiliki sarana dan tenaga kesehatan.
"Kami masih butuh
dokter, baik spesialis, juga bidan, bagian gizi dan analis, serta tenaga
kesehatan lingkungan," kata Josef, Senin, 7 Januari 2013.
Menurut dia, pemerintah Papua sudah menyiapkan rencana untuk memperbanyak sarana kesehatan berupa pusat kesehatan masyarakat dan puskesmas pembantu. "Kami butuh tenaga kesehatan, baik dokter, bidan, dan perawat," ujarnya.
Puskesmas, puskesmas pembantu, dan rumah sakit rujukan, kata Josef, pasti memerlukan tenaga kesehatan lebih banyak. Misalnya, puskesmas pasti membutuhkan tenaga tenaga kesehatan yang lebih banyak dibanding puskesmas pembantu.
Menurut dia, pemerintah Papua sudah menyiapkan rencana untuk memperbanyak sarana kesehatan berupa pusat kesehatan masyarakat dan puskesmas pembantu. "Kami butuh tenaga kesehatan, baik dokter, bidan, dan perawat," ujarnya.
Puskesmas, puskesmas pembantu, dan rumah sakit rujukan, kata Josef, pasti memerlukan tenaga kesehatan lebih banyak. Misalnya, puskesmas pasti membutuhkan tenaga tenaga kesehatan yang lebih banyak dibanding puskesmas pembantu.
Jika di puskesmas
pembantu dua hingga tiga orang sudah cukup, di puskesmas minimal
dibutuhkan 32 orang. Sedangkan tenaga medis di rumah sakit, minimal 200
orang. "Tetapi paling penting, bagaimana kepedulian pemerintah daerah
setempat," katanya.
Josef mengusulkan agar pemerintah di kabupaten/kota membuka program diploma kebidanan dan perawat atau sesuai kebutuhan di lapangan.
Josef mengusulkan agar pemerintah di kabupaten/kota membuka program diploma kebidanan dan perawat atau sesuai kebutuhan di lapangan.
"Jika program diploma sulit dicari sumber daya
manusianya, maka perlu dibuka Sekolah Pendidikan Keperawatan atau Bidan
C, setara SMU, agar warga lokal dapat menempuh jalur itu terlebih dulu,"
katanya.| AT | R | TEMPO|

