News Update :

Kehidupan Berkembang Pesat bagi Anak

Selasa, 08 Januari 2013



Pemerataan pembangunan yang selama ini menjadi salah satu kunci di semua lini pemerintahan ternyata tidak berjalan sesuai dengan harapan. Munculnya kesenjangan sosial atau diskriminasi sosial dalam masyarakat merupakan suatu fakta yang tidak bisa dipungkiri sebagai hasil dari pembangunan tersebut.


Kondisi ini terlihat jelas dari ketimpangan pembangunan wilayah khususnya daerah perkotaan dan pedesaan. Munculnya pusat-pusat pemerintahan dan perekonomian daerah perkotaan membawa pengaruh semakin tingginya tingkat mobilitas dan persaingan kompetisi dalam memenuhi kebutuhan ekonominya. 

Banyak orang mencari pekerjaan, tetapi lapangan kerja tidak memadai dengan jumlah pencari kerja, jadi tentu banyak pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimilkinya.



Tingginya kompetisi didalam masyarakat membawa pengaruh dalam beragamnya pola penghidupan masyarakat. Hal ini dapat kita lihat dari tingkat sosial dan strata kondisi masyarakat itu sendiri. Perkembangan perkotaan yang begitu pesat dan cepat ternyata tidak hanya dirasakan oleh para orang dewasa yang harus bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya.



Kondisi serupa juga dialami oleh anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dalam segi finansial yang terpaksa harus mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Tentunya anak akan memikirkan cara dia sendiri untuk memenuhi tunjangan hidupnya dan keluarganya itu.



Salah satu cara yang dihadapi oleh anak adalah dalam membantu perekonomian keluarga adalah ketika mereka terpaksa dan dipaksa oleh keluarga maupun dipaksa oleh keadaan untuk ke jalanan untuk mendapatkan kebutuhan perekonomian tersebut.



Tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena anak jalanan khususnya di daerah perkotaan merupakan persoalan permasalahan yang klasik yang harus dihadapi dalam menata jalannya roda pemerintahan.



Perihnya hidup saat sekarang itulah yang mereka rasakan bagi sebagian anak, mereka menadahkan tangan mereka pada mobi-mobil yang berhenti di lampu lalu lintas, berjalan-jalan dari satu toko ke toko yang lain mengharap belas kasih dari orang lain. Dan mereka juga terpaksa tidak mandi, tidak mengganti baju demi mencari rezeki untuk di bawa pulang nantinya.



Kehidupan anak jalanan dengan berbagai karakteristiknya menjadi ciri khas yang membedakannya dengan kelompok masyarakat lain. Image negatif yang selama ini melekat pada anak jalanan selama ini menjadi perhatian utama pada semua pihak khususnya kepada pihak yang konsen menangani dan memberdayakan anak jalanan.



 Lingkungan kerja atau pergaulan anak jalanan yang jauh dari keluarga dan senantiasa berhadapan dengan kerasnya hidup membuat mereka tumbuh berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan lingkungannya.



Kondisi tersebut menjadi pemandangan sehari-hari di wajah perkotaan metropolitan.Kondisi ini diperparah dengan sikap pemerintah yang tidak serius dalam menangani permasalahan anak jalanan terlebih dalam upaya penertiban pemerintah kota hanya bisa melakukan upaya penggarukan penertiban yang tak jarang disertai tindakan arogansi kekerasan terhadap pemulung, gepeng dan pengemis tanpa ada suatu langkah solutif guna menekan jumlah mereka yang bertambah. 

Misalnya adalah membuat suatu wadah penampung aspirasi anak jalanan untuk terus berkarya dalam bidang seni dan keterampilan atau bisa juga menyalurkan minat bakat anak  itu terkadang masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah kota dalam hal ini terkait Dinsos setempat.



Bila pihak terkait melaksanakan tugas yaitu membentuk suatu wadah penampungan aspirasi, tentu sudah banyak bakat-bakat yang terlatih untuk bisa turun ke lapangan kerja atau pun meneruskan pendidikan mereka yang tertunda, masyarakat akan memandang nya bukan lagi sebagai pengemis melainkan sebagai masyarakat umum layaknya.



Dan kesejahteraan sosial di negeri ini pun akan meningkat seiring berjalannya waktu. InsyaAllah dengan adanya hal tersebut banyak yang akan merasakan kebahagian bukan saja untuk mereka tapi masyarakat juga merasakannya, mereka juga dapat mengandalkan tenaga dan usaha mereka untuk membantu masyarakat tanpa harus mencari orang lain karena bakat dan kemampuannya sudah bisa diandalkan.



Penulis: Junaidi, Teknik Informatika, Universitas Malikussaleh (UNIMAL)
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016